Iran Tuntut AS Segera Bebaskan Kapal Touska, Ingatkan Konsekuensi Serius

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --  Iran lewat Kementerian Luar Negeri  pada Selasa (21/4/2026) menuntut pembebasan segera awak kapal dagang Touska, yang disita Amerika Serikat (AS) di Teluk Oman, termasuk keluarga awak yang berada di kapal tersebut. Sebelumnya, pada Ahad (19/4/2026), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyita kapal berbendera Iran itu, yang disebut berusaha menembus blokade AS di Teluk Oman.

"Republik Islam Iran, seraya memperingatkan konsekuensi serius dari tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat, menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran tersebut, awaknya, dan keluarga mereka," kata Kemlu Iran dalam pernyataannya.

Baca Juga
  • IRGC akan Balas Aksi AS Bajak Kapal Touska di Teluk Oman
  • Selat Hormuz Ditutup Lagi, Kapal Supertanker India Dilaporkan Ditembaki IRGC
  • IRGC: Blokade Maritim AS Ilegal dan Setara dengan Pembajakan

Iran pun mengecam keras penyitaan itu dan menyebut tindakan AS sebagai pembajakan maritim serta pelanggaran terhadap Piagam PBB, prinsip hukum internasional, dan juga gencatan senjata, kata kementerian tersebut.

Pada Senin (20/4/2026), juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, mengatakan bahwa Iran akan mengambil tindakan yang diperlukan terhadap pasukan AS setelah memastikan keselamatan awak kapal yang dibajak. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pada akhir Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Ibu Kota Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Kemudian, pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan dilanjutkan dengan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, yang berakhir tanpa hasil.

Sejak perang pecah, Iran menutup Selat Hormuz dan membuat salah satu jalur lalu lintas terbesar di dunia AS itu dalam kendali IRGC hingga kini. AS kemudian memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dan para mediator kini berupaya mengatur perundingan putaran berikutnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kasus Penggelapan Dana Jemaat Gereja Rp28 M, BNI Janjikan Bakal Kembalikan Dana
• 23 jam lalunarasi.tv
thumb
Bahlil Ungkap Alasan Harga LPG Non Subsidi Naik, Bantah Adanya Kelangkaan
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seluruh Fraksi DPR dan Pemerintah Setuju Membawa RUU PPRT ke Rapat Paripurna
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ning Ghyta Raih Puspa Cita, Dorong Pemberdayaan Perempuan Berbasis Keluarga di Jember
• 6 menit lalurealita.co
thumb
Wilayah Selatan Jawa Berada di Zona Subduksi Aktif, BMKG Imbau Kesiapsiagaan
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.