Dugaan Perjokian Muncul dalam UTBK-SNBT di Surabaya

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

SURABAYA, KOMPAS - Dugaan kasus perjokian mewarnai pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer seleksi nasional berdasarkan tes (UTBK-SNBT) di Surabaya, Jawa Timur. Dugaaan pelanggaran tersebut ditemukan pada hari pertama UTBK-SNBT, Selasa (21/4/2026), di dua universitas.

Dugaan kecurangan itu antara lain muncul dalam pelaksanaan UTBK-SNBT di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Jawa Timur. Menurut Tim Monitoring dan Evaluasi Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026, di UPN ”Veteran” Jawa Timur, ada temuan foto peserta yang dimodifikasi sedikit demi sedikit.

Posisi kerudung peserta itu diatur sedemikian rupa agar menutupi sedikit fitur wajah dengan tujuan lolos sistem pengenalan wajah (face recognition). Namun, biarpun ada modifikasi foto, sistem milik panitia mampu mendeteksi ketidaksesuaian wajah dengan orang yang hadir dalam UTBK-SNBT.

Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi UPN ”Veteran” Jawa Timur Nizwan Amin membenarkan dugaan tersebut. Namun, dia menyebut, panitia masih memeriksa kasus tersebut. ”Betul ada, tetapi masih kami proses,” ujar Nizwan di Surabaya, Selasa siang.

Baca JugaSindikat Kecurangan UTBK di Unsulbar Terbongkar, Gunakan Ponsel Jadul dan Identitas Palsu

Dugaan kasus perjokian juga muncul dalam pelaksanaan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Direktur Hubungan Masyarakat, Informasi Publik, dan Protokoler Unesa Vinda Maya Setianingrum mengatakan, kasus itu sedang dalam penanganan. ”Masih kami tangani,” ujarnya.

Kepala Subdirektorat Admisi Unesa Sukarmin menyatakan, peserta UTBK-SNBT di kampus itu sebanyak 20.340 orang. Unesa menyediakan 31 ruang di Kampus 1 (Ketintang) dan Kampus 2 (Lidah Wetan). Disiapkan pula 1.075 unit komputer dan 147 unit komputer cadangan yang terhubung dengan 8 peladen atau server.

”UTBK mencakup tes potensi skolastik dan tes literasi, kami mengawasi dengan ketat untuk mencegah kecurangan atau perjokian,” kata Sukarmin.

Baca JugaHari Pertama UTBK, Ditemukan 7 Kecurangan  di Sulawesi dan Jawa

Sementara itu, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru 2026 Eduart Wolok di Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta menyatakan, terdapat 2.940 data peserta UTBK-SNBT yang tergolong anomali.

Temuan tersebut didapat sebelum pelaksanaan UTBK-SNBT. Temuan ini pun membuat panitia memperketat pengawasan di seluruh tempat pelaksanaan ujian tersebut.

Menurut Eduart, praktik perjokian dalam pelaksanaan UTBK-SNBT antara lain dilakukan oleh jaki yang hadir di lokasi ujian untuk menggantikan peserta. Praktik ini terindikasi dari dua nama peserta yang sama untuk pelaksanaan UTBK-SNBT 2025 dan 2026.

Selain itu, praktik perjokian juga memanfaatkan teknologi untuk memodifikasi foto diri agar pelaku lolos dari verifikasi di lokasi. Ada juga pelaku yang menggunakan alat bantu dengar untuk menerima jawaban dari luar.

Di sisi lain, Ketua Pusat UTBK-SNBT 2026 Universitas Airlangga (Unair) Mochammad Amin Alamsjah mengatakan, belum ada informasi temuan kasus perjokian atau kecurangan dalam pelaksanaan ujian di kampus itu. UTBK berlangsung selama sepuluh hari, yakni pada 21-30 April 2026.

UTBK mencakup tes potensi skolastik dan tes literasi, kami mengawasi dengan ketat untuk mencegah kecurangan atau perjokian

Di Unair, Amin menjelaskan, peserta UTBK-SNBT 2026 sebanyak 16.672 peserta. Jumlah itu mencapai 94,76 persen dari kapasitas yang mencapai 17.600 kursi untuk pelaksanaan di 22 ruangan di Kampus B (Dharmawangsa) dan Kampus C (Mulyorejo). Di hari pertama atau Selasa ini, yang terdaftar untuk UTBK sebanyak 880 peserta, tetapi yang hadir 843 orang.

”Ada 37 peserta tidak hadir atau gugur tanpa konfirmasi lebih lanjut,” ujar Amin. Unair pun meningkatkan pengawasan untuk mencegah praktik perjokian. Karena UTBK masih akan berjalan sembilan hari lagi, pengawasan dari potensi kecurangan menjadi atensi panitia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Balistik Taktis Korea Utara
• 19 jam laludetik.com
thumb
Apakah PPPK Seperti Itu Pantas Dipecat? Ini Kata Bu Maria
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Firman Utina Semprot Pelatih Kiper Bhayangkara FC U-20 Usai Ikut Ribut di Pinggir Lapangan
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
RUU PPRT Siap Dibawa ke Paripurna
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arah Baru Kebijakan Pariwisata: dari Industri Menuju Ekosistem Berkelanjutan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.