TABLOIDBINTANG.COM - Masih banyak orang menganggap semua nyeri sendi sebagai “rematik”. Padahal, kondisi tersebut belum tentu benar. Bisa jadi, rasa nyeri yang muncul justru merupakan gejala asam urat yang membutuhkan penanganan berbeda.
Kesalahan mengenali dua penyakit ini bukan hal sepele. Dalam dunia medis, Asam Urat dan Rematik sama-sama menyerang persendian, tetapi memiliki penyebab, pola gejala, hingga cara pengobatan yang berbeda.
Penyebabnya Berbeda, Jangan Disamakan!
Rematik atau rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan sendi sendiri. Akibatnya, terjadi peradangan kronis yang bisa menyebabkan pembengkakan hingga perubahan bentuk sendi.
Tak hanya itu, rematik juga bisa berdampak ke organ lain seperti kulit, mata, bahkan jantung.
Sementara itu, asam urat muncul akibat tingginya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini biasanya dipicu oleh konsumsi makanan tertentu seperti daging merah. Jika kadarnya berlebih, asam urat akan membentuk kristal tajam di persendian yang memicu nyeri hebat.
Gejalanya Mirip, Tapi Polanya Beda
Meski sama-sama menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi, kedua penyakit ini memiliki ciri khas berbeda.
Rematik biasanya dimulai dari sendi kecil seperti jari tangan dan kaki. Gejalanya muncul secara bertahap, terasa di kedua sisi tubuh (simetris), dan sering disertai kaku di pagi hari yang membaik setelah beraktivitas.
Selain itu, penderita juga bisa mengalami kelelahan, demam ringan, hingga penurunan nafsu makan.
Sebaliknya, asam urat sering datang tiba-tiba dengan rasa nyeri yang sangat tajam, bahkan terasa seperti terbakar. Umumnya hanya menyerang satu sendi, paling sering di jempol kaki. Area yang terkena biasanya tampak merah, bengkak, dan hangat.
Cara Penanganan, Tidak Bisa Disamakan
Baik asam urat maupun rematik memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan.
Pengobatan umumnya meliputi:
Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen
Obat antiinflamasi seperti kortikosteroid
Obat khusus seperti colchicine untuk asam urat
Namun, fokus terapi keduanya berbeda. Rematik ditangani dengan menekan sistem imun, sedangkan asam urat difokuskan untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah pembentukan kristal.
Pola makan juga berperan penting, terutama pada penderita asam urat. Mengurangi konsumsi alkohol, daging merah, serta menjaga berat badan ideal menjadi langkah yang dianjurkan.
Bisa Terjadi Bersamaan
Menariknya, seseorang bisa saja mengalami asam urat dan rematik sekaligus. Karena itu, penting untuk tidak menebak-nebak diagnosis sendiri.
Jika nyeri sendi sering muncul atau semakin parah, sebaiknya segera periksa ke dokter. Pemeriksaan lanjutan seperti tes darah atau cairan sendi diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Jadi, jangan lagi asal menyebut semua nyeri sendi sebagai rematik. Kenali perbedaannya agar penanganan yang dilakukan tepat dan tidak memperparah kondisi.




