Sentil Mentan Amran, Ekonom Konstitusi: Klaim Swasembada Beras Itu Isapan Jempol

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Klaim Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman soal keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan, khususnya beras, mendapat sorotan tajam.

Ekonom Konstitusi Defiyan Cori menilai narasi yang dibangun Mentan sangat tidak masuk akal dan terkesan dipaksakan.

BACA JUGA: Akademisi & Mahasiswa Memuji Pemerintah yang Mewujudkan Swasembada Pangan

Defiyan, bahkan menyentil aksi Mentan Amran yang mengajak aktivis mahasiswa dari GMNI dan HMI berkeliling gudang beras untuk menunjukkan stok yang melimpah.

"Ini kan kesannya seolah-olah ketika para aktivis melihat gudang penuh maka swasembada beras adalah sebuah keniscayaan. Benarkah sesederhana itu mengambil kesimpulan?" ujar Defiyan Cori di Jakarta, Selasa (21/4).

BACA JUGA: Prabowo Umumkan Swasembada Beras, Eli Salomo: Indonesia Kembali Berdiri

Dia membeberkan data pahit yang kontras dengan klaim pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian ATR/BPN yang dikonfirmasi Bappenas, Luas Baku Sawah (LBS) periode 2019-2024 hanya berkisar 7,38 juta hingga 7,46 juta hektare.

BACA JUGA: Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Amran Siapkan 5 Strategi Jaga Swasembada Pangan

Angka itu terus menyusut sekitar 79,6 ribu hektare akibat alih fungsi lahan, terutama di Pulau Jawa yang merupakan lumbung padi nasional.

"Jika mengacu data itu, dengan asumsi satu kali panen, potensi produksi GKG (Gabah Kering Giling) hanya berkisar 34,6 juta hingga 36,9 juta ton."

"Setelah dikonversi menjadi beras, hasilnya cuma sekitar 17,3 juta sampai 18,45 juta ton," ungkap lulusan UGM tersebut.

Dia juga membandingkan hasil produksi tersebut dengan tingkat konsumsi masyarakat.

Berdasarkan data BPS 2025, konsumsi beras nasional mencapai 90,6-113 kg per kapita per tahun. Secara total, kebutuhan beras nasional mencapai 36,9 juta hingga 39,2 juta ton per tahun.

"Dari simulasi satu musim tanam saja, sangat tidak mungkin produksi beras nasional mencukupi kebutuhan tanpa adanya impor. Jadi, klaim swasembada Mentan Amran itu hanya isapan jempol," tegasnya.

Dia juga mempertanyakan faktor bencana alam seperti banjir dan kekeringan yang sering menghantam wilayah produksi.

Menurutnya, mustahil mencapai swasembada jika lahan terus menyusut dan gangguan iklim tetap tinggi tanpa adanya intensifikasi yang jelas hitung-hitungannya.

Defiyan Cori mengaku sangat menyayangkan jika Presiden RI Prabowo Subianto menerima begitu saja klaim data swasembada dari Mentan Amran tanpa verifikasi faktual.

"Ini jelas tidak masuk akal dilakukan tanpa importasi beras di tahun 2025. Publik mungkin tidak punya kuasa, tetapi kebenaran data faktual tidak bisa dielakkan," imbuhnya.

Dia juga memperingatkan pemerintah agar tidak melakukan kriminalisasi terhadap para ekonom atau pihak-pihak yang kritis mempertanyakan data swasembada.

"Sebagai kelompok terdidik, lebih elok jika data diadu dengan data secara akademis dan ilmiah. Sebaiknya Mentan Amran membenahi dulu logika dan terminologi dari istilah swasembada itu sendiri," pungkas Cori. (mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dirut BULOG Sambut Kunjungan Mentan Amran, Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Israel di Gaza Tewaskan 4 Warga Palestina, Termasuk Seorang Perempuan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
RUU PPRT Disepakati, Implementasinya Diberi Masa Transisi 1 Tahun
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Jasamarga bagikan bingkisan ke pengendara peringati Hari Konsumen
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Tur Sampai Jelajah Kuliner, Cara Seru Habiskan Weekend Bersama Teman kumparan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Mitsubishi Fuso Perkuat Layanan dan Penjualan, Dealer Proshop Resmi Hadir di Sulawesi
• 6 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.