Kejagung Gencar Bongkar Kasus Tambang, Pakar: Tata Kelola Harus Dibenahi

rctiplus.com
2 jam lalu
Cover Berita
Kejagung Gencar Bongkar Kasus Tambang, Pakar: Tata Kelola Harus DibenahiNasional | okezone | Selasa, 21 April 2026 - 15:37

JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah membabat koruptor termasuk di sektor tambang. Penangkapan Ketua Ombudsman Hery Susanto terkait dugaan suap dalam penerbitan rekomendasi tambang sekaligus mencerminkan rumitnya persoalan di sektor ini.

Menurut pakar hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhammad Fatahillah Akbar, sektor pertambangan memang kerap melibatkan banyak pihak. Ia pun mensinyalir biasanya banyak yang terkait ketika muncul persoalan hukum.

“Dalam kasus penangkapan Ketua Ombudsman dalam kasus tambang, ini terkait dengan dugaan suap dalam pembuatan rekomendasi,” ujarnya, dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia menilai, bukan hal yang mengejutkan jika kasus tambang nikel di Sulawesi Tenggara turut menyeret pihak lain. Di tengah kompleksitas tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) dipandang cukup aktif dalam menindak perkara-perkara di sektor tambang. 

Baca Juga:Antisipasi Hujan Ekstrem hingga Karhutla saat Lebaran, BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca

Upaya ini menjadi bagian penting dalam penegakan hukum sekaligus pembenahan sektor strategis tersebut. Namun, ia menekankan, langkah Kejagung dalam mengusut berbagai kasus tambang perlu diiringi dengan pembenahan sistem tata kelola. 

Menurutnya, sistem yang baik dapat menutup peluang terjadinya praktik koruptif. Ia juga menyoroti bahwa upaya memiskinkan pelaku korupsi tambang sebenarnya telah memiliki dasar hukum, misalnya melalui kewajiban membayar uang pengganti atas kerugian negara. 

“Dengan begitu maka (aparat penegak hukum) bisa menyita aset semaksimal mungkin,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya penguatan sistem sebagai tindak lanjut dari penegakan hukum. Menurut Fatahillah, langkah agresif Kejagung harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola sektor tambang secara menyeluruh. 

“Pemerintah harus menutup celah korupsi, pengawasan dioptimalkan, dinas-dinas di daerah juga dioptimalkan,” pungkasnya.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nelayan Lombok Menemukan Alat Pemantau Laut Dalam Milik Tiongkok, Pakar: Targetnya Melacak Kapal Selam
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Pendanaan Riset 2026 Diputuskan Rp1,7 T, 18.215 Program Siap Dijalankan
• 5 jam laludisway.id
thumb
Mensos Ajak Keluarga Miskin Manfaatkan Sekolah Rakyat, Fasilitas Laptop Hingga Asrama Menanti
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapolda Metro Jaya Pimpin Apel 2.098 Brimob di Lapangan Presisi, Jangan Sakiti Hati Masyarakat 
• 20 jam lalurealita.co
thumb
Terungkap! Narkoba Skala Besar di Tanjung Balai, Disamarkan dalam Keranjang Ikan
• 2 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.