DEPOK, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan jajaran Korps Brimob Polri untuk mewaspadai dinamika global yang berpotensi berdampak pada stabilitas keamanan dalam negeri, termasuk konflik di Timur Tengah yang memicu krisis energi dunia.
Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin apel dan memberikan pengarahan dalam kegiatan Rakernis Korps Brimob Polri di Mako Korbrimob Polri, Selasa (21/4/2026).
“Tentunya saya selalu menyampaikan di dalam setiap kesempatan bahwa kita semua, khususnya Brimob, harus selalu siap dan terus mengikuti perkembangan situasi global, geopolitik, geoekonomi, yang tentunya akan berdampak kepada eskalasi baik yang terjadi di luar maupun dampaknya yang terjadi di dalam negeri," kata Kapolri dalam amanatnya.
Baca juga: Deg-degan soal Kondisi Timur Tengah, Jemaah Haji Ini Fokus Persiapan Mental
Ia menyoroti konflik antara Israel dan Iran yang melibatkan negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat, serta meluas ke kawasan Teluk dan Lebanon.
Menurut dia, konflik tersebut telah menimbulkan korban besar dan berdampak pada sektor energi global.
Sigit menjelaskan, gangguan terhadap jalur distribusi energi dunia, khususnya di Selat Hormuz, dapat memicu lonjakan harga minyak dunia.
Bahkan, harga minyak disebut sempat menembus 100 dolar AS per barel dan berpotensi meningkat hingga 200 dolar AS jika situasi memburuk.
“Sehingga ini berdampak kepada situasi energi khususnya yang hampir 20 persen melewati Selat Hormuz dan itu berdampak kepada situasi energi di dunia," ujar Sigit.
Baca juga: Kapal Perang AS Melintas di Selat Malaka, Ketua Komisi I: Mereka Tidak Perangi Indonesia
Menurut Sigit, sejumlah negara bahkan telah menetapkan status darurat energi dan mulai menerapkan kebijakan efisiensi, termasuk work from home atau bekerja dari rumah (WFH).
Ia menyebut Indonesia juga telah mulai menerapkan skema kerja campuran sebagai bagian dari langkah antisipasi.
Di dalam negeri, lanjut dia, kenaikan harga energi, khususnya BBM dan LPG non-subsidi, berpotensi memicu gejolak sosial dan gangguan keamanan.
Karena itu, Brimob diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi.
“Tentunya ini akan menimbulkan reaksi, akan menimbulkan potensi terjadinya eskalasi yang meningkat khususnya terkait dengan masalah keamanan di dalam negeri," kata dia.
"Oleh karena itu tentunya kita semua harus selalu siap, kita semua harus selalu waspada, kita semua harus mempersiapkan diri untuk terus melatih menghadapi segala macam dinamika yang mungkin terjadi," tambahnya.
Baca juga: Delusi Pergantian Rezim Iran: Trump dan Kekacauan Geopolitik Timur Tengah
Ia menekankan pentingnya latihan, simulasi, serta evaluasi berkelanjutan guna menghadapi berbagai dinamika yang berkembang.





