Tingkatkan Nilai Tambah, Legislator Dorong Budidaya Komoditas Benih Lobster

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Intan Kw

TVRINews, Jakarta

Anggota Komisi IV DPR RI, Sumail Abdullah, menyoroti kecenderungan pelaku usaha yang lebih memilih ekspor benih bening lobster (BBL) dibanding mengembangkan budidaya dalam negeri. 

Sumail mengungkapkan, wilayah selatan yang menjadi salah satu perwakilan dapilnya merupakan salah satu sentra produksi benih lobster. Namun, ia melihat adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan budidaya domestik dan dorongan ekspor.

“Teman-teman ini bukan mau ke arah budidaya, tapi lebih ke arah eksplor semuanya. Dengan alasan bagaimana nasib penangkap benih lobster yang tidak terserap oleh budidaya,” kata Sumail dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Selasa, 21 April 2026.

Legislator Dapil Jatim III tersebut mengingatkan agar kebijakan tidak hanya berfokus pada ekspor saja, melainkan juga mendorong peningkatan nilai tambah melalui budidaya di dalam negeri. 

Menurutnya, pemerintahan Prabowo memiliki tujuan strategis untuk meningkatkan value komoditas atau nilai tambah lobster sebelum dijual ke pasar internasional.

Sumail mencontohkan perbedaan nilai ekonomi antara benih lobster dan lobster hasil budidaya. Ia menyebut harga benih lobster berkisar Rp10 ribu per ekor, sementara harga ekspor bisa mencapai Rp16 ribu hingga Rp30 ribu tergantung pasar, termasuk ke Vietnam.

Namun demikian, ia menilai budidaya dalam negeri masih menghadapi tantangan, terutama dari sisi waktu produksi. Dibandingkan Vietnam yang dapat memanen dalam waktu sekitar enam bulan, budidaya di Indonesia, seperti di Bali Barat, membutuhkan tambahan waktu dua hingga tiga bulan akibat perbedaan ekosistem.

“Tambahan waktu itu membuat budidaya kita kurang kompetitif dibanding Vietnam. Akhirnya, peluangnya lebih banyak untuk memenuhi pasar domestik,” jelasnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa aspirasi para nelayan dan pembudidaya akan menjadi bahan pertimbangan DPR dalam merumuskan kebijakan bersama pemerintah. 

Sumail menyatakan hal tersebut bertujuan untuk menciptakan formulasi terbaik yang dapat menyeimbangkan kepentingan ekspor dan penguatan budidaya nasional.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IPW Soroti Sepak Terjang Oknum Polisi YS yang Diduga Broker Proyek di Bekasi, Kaya Raya
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Polri Ungkap 330 Tersangka Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi dalam 13 Hari
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Belum Puas Hapus Pungli di Jembatan Cirahong, Dedi Mulyadi Siapkan Gebrakan Baru untuk Warga Ciamis-Tasikmalaya
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Purbaya Beberkan Kesiapan RI untuk Berperan Aktif Garap Tata Kelola AI Global
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
BNPB Percepat Pembangunan 103 Huntap Tapanuli Utara, Rampung Mei 2026
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.