Grid.ID - Uya Kuya mengambil langkah tak biasa dalam menghadapi tuduhan hoaks yang menyeret namanya. Ia membuka sayembara bagi siapa pun yang bisa membantu mengungkap pelaku penyebar fitnah soal kepemilikan 750 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sayembara tersebut diumumkan Uya sebagai bentuk keseriusannya dalam menindak penyebaran informasi palsu. Ia bahkan menyiapkan hadiah uang tunai bagi masyarakat yang mampu memberikan data akurat.
“Kalau ada yang bisa kasih data lengkap akun-akun yang memfitnah saya, nanti saya kasih uang, Rp1 Juta untuk informasi yang akurat,” ujar Uya Kuya dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Selasa (21/4/2026).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Uya mengaku sudah geram karena isu tersebut terus berulang dan menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Menurutnya, narasi yang beredar cenderung sama dan terkesan terkoordinasi. Hal itu membuatnya menduga ada pihak tertentu yang sengaja menggerakkan isu tersebut.
Uya menegaskan bahwa kabar dirinya memiliki ratusan dapur MBG adalah tidak benar. Ia bahkan memastikan tidak memiliki satu pun dapur dari program tersebut.
“Sampai sekarang saya tidak punya satu dapur MBG pun,” tegasnya.
Selain membuka sayembara, Uya juga telah menempuh jalur hukum. Ia melaporkan sejumlah akun penyebar hoaks ke Siber Polda Metro Jaya.
Laporan tersebut mencakup beberapa akun dari berbagai platform, termasuk yang sudah menghapus unggahannya. Semua bukti telah dikumpulkan untuk memperkuat laporan.
Uya menyebut langkah hukum ini sebagai bentuk efek jera. Ia tidak ingin kejadian serupa terus berulang tanpa ada konsekuensi bagi pelaku.
Ia juga mengingat pengalaman pahit sebelumnya saat menjadi korban hoaks. Kala itu, rumahnya bahkan sempat dijarah akibat informasi palsu yang beredar luas.
Pengalaman tersebut membuatnya kini lebih tegas dalam merespons isu yang menyerang dirinya. Ia tidak ingin keluarganya kembali terdampak.
Uya mengungkapkan bahwa anak-anaknya juga sempat mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Hal itu membuatnya merasa perlu segera meluruskan informasi.
Di sisi lain, ia juga menyoroti rendahnya literasi digital masyarakat. Banyak orang dinilai mudah percaya dan ikut menyebarkan informasi tanpa verifikasi.
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial.
Meski diterpa isu miring, Uya menegaskan tidak akan mundur. Ia tetap berkomitmen menjalankan aktivitasnya dan menghadapi masalah ini hingga tuntas. (*)
Artikel Asli




