Purbaya soal Rencana Pajak Marketplace: Supaya Pedagang Pasar Tradisional Bisa Bersaing

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Purbaya menjelaskan, aspirasi untuk mengatur ekosistem belanja daring justru datang dari para pedagang di pasar tradisional.

Purbaya soal Rencana Pajak Marketplace: Supaya Pedagang Pasar Tradisional Bisa Bersaing. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, rencana perluasan basis pajak, termasuk wacana pengenaan pajak pada marketplace, bukan semata-mata dilakukan untuk mengejar pendapatan negara. Namun, fokus utama pemerintah adalah menciptakan level bermain yang sama (level of playing field) antara pedagang konvensional dan platform digital.

Purbaya menjelaskan, aspirasi untuk mengatur ekosistem belanja daring justru datang dari para pedagang di pasar tradisional yang merasa sulit bersaing dengan harga dan kemudahan di platform online.

Baca Juga:
Di Pertemuan IMF, Purbaya Pastikan Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

“Permintaannya bukan dari masyarakat, bukan dari pedagang pasar, bukan itu kan. Dia minta di-treat supaya yang di pasar tradisional bisa bersaing. Itu antara lain yang saya pikirkan utamanya, bukan mau dapetin income aja, karena orang-orang kalau saya ke pasar itu mereka bilang 'Pak, kami kalah sama online. Gini, aturlah Pak',” ujarnya kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Terkait realisasi kebijakan tersebut, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan terburu-buru. Purbaya akan memantau kondisi daya beli masyarakat secara cermat, terutama setelah berakhirnya kuartal II-2026.

Baca Juga:
Dapat Sinyal Positif dari S&P, Purbaya Sebut Rating Utang RI Aman Dua Tahun ke Depan

Jika kebijakan tersebut dinilai akan menekan daya beli, maka pemerintah tidak segan untuk menghindarinya.

Baca Juga:
Purbaya Lantik Lima Pejabat Eselon II, Ingatkan Tanggung Jawab di Tengah Ketidakpastian Global

Purbaya juga menggarisbawahi penataan pajak ini akan dilakukan secara terukur tanpa mematikan ekosistem digital yang sudah berkembang pesat.

“Tujuannya itu. Supaya yang di pasar tradisional bisa hidup, bersaing, tapi yang ini juga enggak mati, gitu. Jadi saya enggak akan cekik. Lu suka beli online enggak? Gua juga online belinya,” kata dia.

Di sisi lain, Purbaya menjawab keraguan mengenai komitmennya yang sempat menyatakan tidak akan menaikkan beban pajak sebelum ekonomi tumbuh di level 6 persen. 

Dia menerangkan, langkah 'perluasan' saat ini lebih dititikberatkan pada perbaikan sistem agar tidak terjadi kebocoran, bukan sekadar menambah beban pajak baru bagi rakyat.

“Nah, itu kan bukan berarti saya bilang menggunakan pajak kan. Saya kan pastikan yang harus saya bayar, bayar. Orang pajaknya enggak bocor, enggak main-main jadi enggak bocor. Itu. Ini kan belum sempurna,” katanya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus menyempurnakan administrasi perpajakan guna memastikan setiap kewajiban disetorkan dengan benar ke kas negara tanpa harus mengganggu momentum pemulihan ekonomi nasional.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bobby 'Sultan Kemnaker' Ungkap Noel Minta Rp1 Miliar untuk Operasional
• 21 jam laluokezone.com
thumb
IHSG Ditutup Melemah ke 7.559, Dipicu Penundaan Rebalancing MSCI Mei 2026
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kemendag Buka Suara soal Transaksi Belanja Online Indonesia Hanya Naik 2,2%
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Malaysia-Singapura percepat kerja sama Jaringan Listrik ASEAN 
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Chromebook, Jejak Digital Dinilai Bisa Jadi Bukti Mens Rea
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.