Dikutip dari New York Post, acara tahunan yang biasanya bersifat formal dan santai itu kembali menjadi sorotan karena kehadiran Donald Trump, yang dijadwalkan hadir untuk pertama kalinya selama masa jabatannya saat ini.
Baca juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Donald Trump Murka
Dalam sebuah surat terbuka, para jurnalis tersebut meminta Asosiasi Wartawan Gedung Putih (WHCA) untuk mengambil sikap lebih tegas dalam membela kebebasan pers, termasuk menyampaikan kritik langsung terhadap ancaman terhadap independensi media.
Mereka juga mendorong adanya simbol protes yang lebih halus, seperti penggunaan pin atau aksesori bertema Amandemen Pertama sebagai bentuk pernyataan sikap di acara tersebut.
Hubungan antara Donald Trump dan media Amerika kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. WHCA, yang selama ini mengatur akses dan kegiatan jurnalis Gedung Putih, disebut beberapa kali bersinggungan dengan kebijakan komunikasi pemerintahannya.
Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah perubahan dalam mekanisme akses media, termasuk rotasi liputan terbatas yang sebelumnya dikelola oleh asosiasi jurnalis, namun kini lebih banyak diatur langsung oleh pihak Gedung Putih. Kritik terhadap Kebijakan dan Sikap Politik Donald Trump Dalam surat tersebut, para penandatangan juga menyoroti sejumlah kebijakan dan langkah hukum yang dikaitkan dengan Donald Trump, termasuk gugatan terhadap sejumlah media serta keputusan politik yang dinilai kontroversial.
Selain itu, mereka juga mengaitkan situasi kebebasan pers dengan dinamika politik yang lebih luas di Amerika Serikat, termasuk meningkatnya polarisasi publik terhadap media.
Beberapa organisasi jurnalisme dan kebebasan pers turut ikut menandatangani surat tersebut, menunjukkan dukungan terhadap seruan perlindungan independensi media.
Makan malam tahunan ini selama bertahun-tahun menjadi simbol hubungan antara media dan pemerintahan di Amerika Serikat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, acara tersebut semakin dipenuhi nuansa politik, terutama terkait Donald Trump.
Tahun ini, penyelenggara juga memilih menghadirkan hiburan non-komedi, berbeda dari tradisi sebelumnya yang biasanya menampilkan komedian sebagai pengisi acara utama. Donald Trump dan Hubungannya dengan Media Donald Trump sendiri sebelumnya beberapa kali menyatakan sikap kritis terhadap media arus utama. Ia kerap menuding sebagian media menyebarkan informasi yang dianggap tidak akurat selama masa kepemimpinannya.
Dalam beberapa pernyataan publik, Trump juga menyebut alasan ketidakhadirannya di acara tersebut pada tahun-tahun sebelumnya berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap perlakuan media.
Meski demikian, kehadiran Donald Trump tahun ini kembali menjadi perhatian besar, baik dari kalangan jurnalis maupun publik luas.
Seruan dari ratusan jurnalis menunjukkan bahwa hubungan antara Donald Trump dan media masih menjadi isu yang sensitif di Amerika Serikat. Acara yang seharusnya menjadi ajang simbolis antara pers dan pemerintah kini kembali diwarnai ketegangan politik dan perdebatan soal kebebasan pers.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





