Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia memastikan bakal mengawal ketat proses pembenahan di tubuh emiten telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM).
Langkah itu difokuskan pada penguatan tata kelola yang transparan, termasuk pembersihan laporan keuangan dan penyederhanaan struktur anak usaha.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa kunjungan kerja ke Telkom merupakan agenda strategis untuk memastikan percepatan transformasi perusahaan berjalan sesuai dengan arahan Presiden.
Sedikitnya terdapat tiga poin utama yang menjadi prioritas dalam pembenahan emiten telekomunikasi pelat merah tersebut. Poin pertama adalah terkait dengan penataan ulang laporan keuangan agar lebih transparan.
“Pertama mengenai buku harus bersih, kami menata ulang pembukuan terhadap Telkom. Kedua membahas mengenai streamlining yang harus diselesaikan tahun ini. Ketiga mengenai pembersihan, karena kita mau perusahaan ini dijalankan dengan benar, tepat, dan bersih," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (21/4/2026).
Dony menegaskan bahwa kepemimpinan yang kuat menjadi kunci untuk memastikan setiap inisiatif perubahan berjalan secara konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Menurutnya, transformasi digital Telkom harus mampu memberikan nilai tambah nyata dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sejalan dengan arahan tersebut, BP BUMN menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan agar pencatatan dan pembukuan berjalan sesuai dengan standar akuntansi serta mengacu pada benchmark industri.
Selain itu, peningkatan daya saing didorong melalui proses streamlining anak perusahaan agar lebih fokus, efisien, dan adaptif terhadap dinamika industri.
Aspek penegakan hukum juga menjadi fondasi penting dalam upaya mewujudkan pengelolaan BUMN yang profesional, transparan, dan berintegritas. Penguatan sistem pelaporan dan pengawasan berkelanjutan diharapkan dapat memastikan seluruh proses bisnis berjalan optimal serta akuntabel.
Langkah BP BUMN dan Danantara diharapkan mampu memperkuat fundamental bisnis Telkom dalam jangka panjang. Upaya tersebut ditujukan agar perseroan tidak hanya meningkatkan daya saing global, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk diketahui, agenda perampingan besar-besaran terhadap portofolio BUMN disiapkan melalui berbagai skema merger dan konsolidasi lintas sektor. Langkah ini bertujuan mengerucutkan jumlah entitas menjadi hanya sekitar 300 perusahaan yang memiliki skala ekonomi signifikan dan daya saing lebih kuat.
Dony sebelumnya telah menyampaikan bahwa penyusutan jumlah perusahaan pelat merah tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan ekosistem BUMN yang lebih efisien dan kompetitif secara global.
“Kita harapkan dari 300 perusahaan yang dimiliki oleh BUMN ke depan, itu adalah perusahaan-perusahaan yang secara skala itu cukup signifikan untuk berkompetisi, memiliki kemampuan secara finansial dan juga memiliki kapabilitas secara orang,” ujarnya di Jakarta pada Februari 2026.
Restrukturisasi itu pun berdampak terhadap Telkom. Danantara berencana memangkas 66 anak perusahaan di bawah grup Telkom hingga menyisakan belasan entitas yang berfokus pada empat pilar bisnis utama yakni telekomunikasi, serat optik (InfraCo), menara (Mitratel), serta pusat data.
Dony juga menyampaikan bahwa integrasi struktur organisasi akan dilakukan secara vertikal untuk mengeliminasi pemborosan operasional.
“Nah nantinya akan semua dari bawah akan tergabung ke atas. Nah ini akan memotong banyak daripada inefficiency yang terjadi selama ini,” ucapnya.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





