Gerakan Pengendalian Hama Padi Digencarkan di Karawang untuk Cegah Gagal Panen

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pertanian menggulirkan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang untuk menekan serangan organisme pengganggu tanaman pada padi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagai upaya menjaga produksi beras nasional.

Kegiatan ini berlangsung di Karawang yang merupakan salah satu sentra produksi padi nasional dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat menegaskan bahwa pengendalian hama menjadi kunci keberhasilan panen padi.

Ia menyampaikan bahwa setiap serangan organisme pengganggu tanaman harus segera ditangani sejak awal.

"Kita berikhtiar mulai dari persemaian, agar panen berhasil dengan baik. Jadi mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan," ungkapnya.

Pengendalian Dilakukan Secara Luas

Gerakan Pengendalian Penggerek Batang tidak hanya dilakukan di sekitar Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Karawang.

Program ini juga dilaksanakan secara luas di 10 provinsi utama penghasil padi nasional.

Selain itu, kegiatan mencakup 27 kabupaten atau kota di Provinsi Jawa Barat.

Di tingkat lokal, program ini menjangkau 30 kecamatan di wilayah Karawang.

Rachmat menyebut gerakan yang dimulai ini diharapkan menjadi pemantik agar petani melakukan pengendalian secara mandiri.

"Gerakan yang dimulai hari ini diharapkan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari PPL dan POPT," ujarnya.

Pendampingan akan terus dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan dan pengendali organisme pengganggu tumbuhan.

Kegiatan ini akan terus berlanjut di lapangan dengan pendampingan teknis kepada petani.

Ancaman Hama dan Dampaknya

Hama penggerek batang padi merupakan ulat yang merusak jaringan dalam batang tanaman padi.

Serangan hama ini menyebabkan gejala sundep yaitu pucuk kering pada fase vegetatif.

Pada fase generatif, hama menyebabkan gejala beluk yaitu malai menjadi hampa atau putih.

Serangan hama dapat terjadi sejak masa persemaian hingga panen.

Dampaknya dapat menurunkan produksi secara signifikan bahkan menyebabkan gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Rohman menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial.

"Gerakan ini diharapkan menjadi respon cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Jadi kami mohon untuk para petani, kalau tanam padi bisa serentak," katanya.

Petani diimbau untuk melakukan tanam padi secara serentak guna memutus siklus perkembangan hama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
80 personel Gulkarmat Jaktim padamkan kebakaran gudang di Cakung
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Polri Bongkar Penyalahgunaan BBM-LPG Subsidi, Kerugian Negara Rp243 Miliar dalam 13 Hari
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Garut Target Produksi Padi 631.490 Ton Meski Ada Ancaman Kemarau
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Penembakan di Puncak Papua Tewaskan 15 Warga Sipil, Natalius Pigai Pastikan Anak Korban Dirawat Intensif
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Antisipasi kemarau datang lebih awal, ini persiapan kelompok tani di Jakbar
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.