Anggota DPR Puji Kerjasama Bahlil dan Purbaya Jaga Stabilitas Ekonomi RI

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Erik Hermawan  mengapresiasi kerjasama antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam menangani perekonomian Indonesia. 

Menurut Erik perekonomian Indonesia saat ini menghadapi dua himpitan api yaitu tekenan internal dan eksternal. 

Baca Juga :
Dituding IMF-World Bank Terlalu Banyak Gelontorkan Subsidi, Begini Pembelaan Purbaya
Luhut Temui Prabowo, Bahas Ketahanan Ekonomi hingga Strategi Antisipasi Global

"Hanya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang nampaknya mengerti bagaimana menangani krisis ini sehingga publik dan ekosistem ekonomi kita tidak bergejolak," kata Erik Hermawan dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 April 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • VIVA/Rahmat Fatahillah Ilham

Menurut Erik perekonomian Indonesia saat ini menghadapi dua himpitan api. Pertama  sebut  Erik adalah tekanan internal sperti in- efisiensi sehingga menyebabkan meningkatnya defisit anggaran, kepemimpinan di kementrian dan lembaga yang belum mampu menterjemahkan keinginan presiden dan tekanan eksternal perang timur tengah yang menyebabkan krisis energi dunia. 

Menurut Erik kerjasama antara Bahlil dan Purbaya, sejauh ini terbukti mampu menjaga harga  BBM subsidi untuk rakyat miskin tidak mengalami kenaikan. 

"Janji menteri ESDM bahwa BBM subsidi hingga akhir tahun tidak mengalami kenaikan, sudah menenangkan rakyat di bawah," ujar Erick. 

Erik menyoroti perekonomian Indonesia yang cukup berat dengan menyodorkan beberapa bukti yaitu tekanan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat  yang sempat menyentuh di angka Rp. 17.189. Nilai tukar bukan sekedar angka  melainkan indikator kepercayaan pasar terhadap daya tahan ekonomi nasional," tegas Erik Hermawan alumni Universitas Brawijaya Malang ini.

Menurut Erik sepanjang periode April 2025 hingga April 2026, Rupiah mencatatkan pelemahan universal. Melemahnya rupiah terhadap dollar Amerika Serikat ke tingkat psikologis Rp17.189, menandakan memburuknya profil risiko fiskal Indonesia, mengingat beban pembayaran utang luar negeri dan biaya impor energi yang membengkak akibat konflik Timur Tengah.

Erik menyodorkan bukti terkait turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan berfungsi sebagai barometer sentimen investor. 

Pada awal tahun 2026, dipicu oleh eskalasi Perang AS-Iran, IHSG mengalami guncangan yang mengonfirmasi bahwa pemicu masalah tekanan  ekonomi belum berakhir.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

"Jika kita membandingkan dengan krisis historis, kecepatan (kecepatan) penurunan pada tahun 2026 menunjukkan tingkat kecemasan pasar yang jauh lebih tinggi. Gejolak pasar ini diperburuk oleh faktor internal, yaitu rendahnya kemampuan menterjemahkan visi misi presiden di tingkat operasional oleh para menteri seperti dalam menavigasi kebijakan fiskal yang kontradiktif," kata Erik.

Baca Juga :
Purbaya Pede Kenaikan Harga BBM Non-subsidi Tak Picu Lonjakan Inflasi, Ini Alasannya
Kemendagri Ungkap Pentingnya Peran Koperasi Desa Sebagai Motor Penggerak Ekonomi Berbasis Masyarakat
Trump Alihkan Dana BOP Rp 263,5 Triliun ke Israel, Purbaya Buka Suara soal Komitmen RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Ungkap Modus Perusahaan Cangkang di Balik HP Ilegal dari China
• 7 jam laludetik.com
thumb
Ketika Pendidikan Tak Lagi Ramah: Kita Lupa, Rumah Adalah Pertahanan Pertama
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Prochiz (KEJU) Pastikan Belum Mau Naikkan Harga Produk, Ini Alasannya
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
 Aliansi AS-Indonesia Menargetkan Selat Malaka, Merebut Jalur Energi Tiongkok
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Bamsoet Sebut Perbaikan Bangsa Harus Dimulai dari Partai Politik
• 2 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.