Pengurus RW setempat, Ari mengatakan, tembok tersebut memang sudah memiliki usia tua atau rapuh.
"Iya, sudah tua. Dan tidak ada pembatasnya, tidak ada tulang besinya," ujar Ari saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Tembok Kamar Mandi Kontrakan di Koja Jakut Roboh, 1 Orang Tewas
Selain itu, ia mengungkapkan kondisi tembok tersebut juga sudah lama terlihat retak sebelum roboh.
"Sudah, sudah ada retak katanya. Keterangan yang dari tetangga yang lain pun sama," katanya.
Korban wanita paruh baya tersebut tertimpa tembok di bagian belakang kepalanya.
"Belakang kepalanya berarti. Jadi kemungkinan dia lagi menghadap mau keluar," tuturnya.
Sementara itu, Kasiops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman mengatakan peristiwa bermula korban HP baru selesai memandikan anak tetanggannya berinisial A.
"Setelah itu, A pulang ke rumah untuk mengganti pakaian," jelas Gatot saat dikonfirmasi Kompas.com.
Baca juga: Kronologi Wanita Paruh Baya Tewas Tertimpa Tembok Kamar Mandi di Jakut
Menurutnya, saat A kembali ke kontrakan, tembok kamar mandi itu roboh menimpa korban HP. Kemudian A berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
"Sekembalinya ke lokasi, ia (anak A) mendapati korban (HP) tertimpa tembok dan segera keluar meminta pertolongan," ucapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang