JAKARTA - Rismon Sianipar menanggapi pernyataan mantan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla (JK), terkait rencana pertemuan yang disebut untuk menyerahkan buku Gibran End Game. Rismon membantah dirinya memiliki inisiatif untuk menemui JK.
Dalam program Rakyat Bersuara bertajuk Rismon-Roy Adu Bukti Ijazah yang disiarkan iNews, Selasa (21/4/2026), Rismon menegaskan dirinya tidak terlibat dalam upaya pengiriman buku maupun permintaan pertemuan tersebut. Ia juga menilai narasi yang berkembang seolah dirinya ingin menemui JK setelah dilaporkan sebagai bentuk penggiringan opini di media sosial.
“Jadi tidak ada sama sekali dan saya tidak terlibat sama sekali. Jadi ya inilah dampak dari peperangan opini di media sosial yang harus kita hentikan,” ujar Rismon.
Ia mengatakan, polemik yang berkembang justru semakin meluas dan tidak mereda. Ia menilai berbagai narasi, termasuk soal video AI yang turut dilaporkan, menunjukkan situasi yang tidak sehat dalam ruang publik.
“Jadi kalau ini kan semua sudah ke mana-mana ini sekarang gitu lho, bahkan video AI juga dilaporkan. Ya jadi kita sangat miris lah dengan apa ini, bukan malah mereda, bukan malah menyadarkan,” katanya.
Rismon juga menyoroti pelaporan terhadap dirinya terkait video yang disebut sebagai hasil AI. Ia mempertanyakan langkah tersebut, mengingat pihak yang memahami konten itu sebagai AI justru tetap mendukung pelaporan terhadap dirinya.
“Harusnya kan situsnya atau akunnya yang dilaporkan gitu lho, meskipun dia bilang itu AI. Dia sudah paham itu AI tapi setuju saya dilaporkan, itu kan bias,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rismon menegaskan rencana pemberian buku kepada JK bukan berasal dari dirinya, melainkan inisiatif pihak lain. Ia meminta agar hal tersebut diklarifikasi langsung kepada pihak yang bersangkutan.
“Jadi jangan langsung ke Rismon. Yang ngirim saja Arif Ihsan. Gitu lho. Arif Ihsan mengenal saya, iya. Tetapi apakah Rismon yang inisiatif mengirim itu? Ya tanya Bang Arif Ihsan,” ujarnya.




