Massa aksi terlibat adu dorong dengan aparat kepolisian saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda, Selasa (21/4). Aksi yang diikuti sekitar 3.000 peserta dari kalangan mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga perwakilan masyarakat adat ini berlangsung dengan tensi tinggi saat massa mencoba mendekati area kantor gubernur.
Dalam aksinya, para demonstran menyuarakan tuntutan agar dilakukan audit menyeluruh terhadap kegiatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Selain itu, mereka juga mendesak penghentian praktik politik dinasti serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di daerah tersebut.
Untuk mengamankan jalannya aksi, Polda Kalimantan Timur mengerahkan sebanyak 2.263 personel gabungan yang disiagakan di sejumlah titik strategis. Aparat tampak berjaga ketat guna mengantisipasi potensi eskalasi, sekaligus memastikan aksi tetap berlangsung dalam kondisi terkendali.





