Pemerintah Dorong Penggunaan Kemasan Kertas-Aseptik Untuk Mengurangi Ketergantungan Plastik

narasi.tv
2 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga plastik menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi industri makanan dan minuman yang bergantung pada kemasan. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut kondisi saat ini baru sebatas kekhawatiran, khususnya terkait ketersediaan stok bahan baku.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika berdasarkan hasil rapat dengan pelaku industri plastik, mulai dari produsen bijih hingga pengolah kemasan, bahan baku plastik sebenarnya masih tersedia.

Namun, Putu tak memperlihatkan adanya kekhawariran terkait kenaikan harga.

"Nah yang kemarin disampaikan ya kesediaan udah nggak ada perdebatan, jadi nggak ada perdebatan di rapat tersebut. Nah memang dikhawatirkan harganya akan naik, ya karena tadi di kondisi situasinya. Sehingga waktu itu Pak Menteri menyampaikan yang penting ketersediaan dulu, soal harganya ini nanti dicarikan solusinya," ujar Putu dalam diskusi media di Kantor Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (21/4/2026), dikutip dari detik.com.

Pemanfaatan kemasan kertas saat ini di berbagai produk

Kemenperin mulai mendorong penggunaan kemasan non plastik, terutama berbasis kertas atau paperboard. Saat ini, kemasan kertas diniali sudah cukup kompetitif dan porsinya juga cukup besar, yakni sekitar 28% dari total kemasan industri makanan dan minuman.

Putu menjelaskan kemasan kertas sudah banyak digunakan untuk produk seperti susu dan minuman, serta terus didorong melalui skema business matching antara produsen dan pengguna. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan pemanfaatan kemasan berbasis kertas sebagai substitusi plastik.

Industri pulp dan kertas nasional memiliki kapasitas produksi yang besar dan mampu mendukung transformasi ke kemasan berbasis kertas. Pada 2025, industri ini didukung 113 perusahaan yang beroperasi, kapasitas produksi pulp mencapai 14,48 juta ton per tahun dan kertas sebanyak 25,37 juta ton per tahun. Nilai ekspornya mencapai US$ 8,2 miliar, sekaligus menyerap sekitar 1,48 juta tenaga kerja.

Alternatif Kemasan Ramah Lingkungan Lainnya

Selain kemasan kertas, kemasan berbahan kaca juga mulai didorong pemerintah untuk meningkatkan porsinya dalam total kemasan industri yang saat ini berada di kisaran 2-3%. Kaca dipandang memiliki potensi untuk dinaikkan porsinya hingga mencapai 5-6%.

Kemasan berbasis bahan hayati, seperti yang terbuat dari singkong, rumput laut, dan serat tumbuhan lain, menunjukkan perkembangan yang menjanjikan meskipun volumenya masih terbatas. Produksi kemasan dari bahan ini tercatat sekitar 30-35 ribu ton per tahun.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin Merrijantij Punguan Pintaria mendorong pemanfaatan alternatif kemasan aseptik, yang dinilai memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan impor.

Potensi dan Keunggulan Kemasan Aseptik Dalam Negeri

PT Lami Packaging menjadi salah satu contoh investasi besar dalam industri kemasan aseptik dalam negeri dengan kapasitas produksi mencapai 21 miliar kemasan per tahun. Meski kapasitas produksi cukup besar, utilisasi saat ini baru sekitar 50%, yang berarti masih terbuka ruang bagi industri untuk beralih menggunakan kemasan tersebut.

"Nah ini mereka sudah investasi dan kapasitasnya juga cukup tinggi, 21 miliar kemasan per tahunnya. Dan utilisasinya saat ini masih 50%. Maksudnya masih ada kapasitas yang bisa diisi in case nanti banyak industri yang beralih menggunakan kemasan aseptik ini," jelas dia.

Salah satu keunggulan dari kemasan aseptik adalah kemampuannya untuk menjaga produk tetap stabil tanpa memerlukan rantai dingin (cold chain). Melalui teknologi Ultra High Temperature (UHT), produk yang dikemas aseptik dapat disimpan pada suhu ruang dengan masa simpan yang lebih panjang dibandingkan kemasan konvensional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Insiden Tendangan Kungfu Bisa Bikin Fadly Alberto Dijatuhi Hukuman Berat, Pengamat: Tak Perlu Sanksi Seumur Hidup!
• 9 jam lalubola.com
thumb
John Ternus, Veteran Apple yang Perfeksionis, Pengganti Tim Cook pada 1 September 2026
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Peringati 15 tahun Debut, Apink Hadiahkan Lagu 15th Season untuk Fans
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Purbaya Sebut Bank Dunia Minta Maaf Soal Proyeksi Ekonomi RI 4,7 Persen
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Dibuka Melemah 0,45 Persen ke 7.560
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.