Kelangkaan Minyakita Dinilai Tak Wajar, BHS Desak Audit Distribusi

tvrinews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Kristiono

TVRINews, Sidoarjo‎‎

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menyoroti kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Sidoarjo, yang dinilai tidak wajar dan perlu segera ditindaklanjuti pemerintah.

Bambang Haryo menyatakan, harga minyak goreng yang mencapai Rp21.000 per liter jauh melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang seharusnya berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000.  Ia menegaskan kondisi ini tidak sejalan dengan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. 

“Tidak ada alasan minyak goreng langka dan mahal di dalam negeri, karena kita adalah produsen sawit terbesar,” tegasnya saat kunjungan di Pasar Krian, Sidoarjo, Selasa 21 April 2026.

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap distribusi dan harga komoditas strategis sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. 

Menurutnya, pemerintah melalui Satgas Pangan dan Kementerian Perdagangan harus segera turun tangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di lapangan. 

‎”Satgas Pangan harus segera mengecek kondisi di daerah, jangan sampai masyarakat dirugikan akibat kelangkaan dan lonjakan harga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bambang Haryo menilai alasan kenaikan harga akibat biaya kemasan plastik tidak logis. Ia menyebut kontribusi biaya plastik terhadap harga minyak goreng relatif kecil, sehingga tidak bisa menjadi pembenaran kenaikan signifikan. 

‎”Komponen plastik itu paling hanya sekitar 2 sampai 5 persen dari harga. Jadi tidak rasional kalau dijadikan alasan kenaikan hingga ribuan rupiah,” jelasnya.

Ia mendorong adanya transparansi dalam rantai produksi hingga distribusi minyak goreng. Menurutnya, pengawasan menyeluruh perlu dilakukan untuk mencegah praktik permainan harga di tingkat produsen maupun distributor. 

‎”Kalau perlu, lakukan audit dari hulu ke hilir agar harga bisa dikendalikan sesuai HET dan pasokan tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nissan Juke Terlahir Kembali, Pertahankan Desain Nyeleneh
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pendeta dan Ustadz Poso Akui Ceramah JK Sesuai Fakta Konflik
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Istitaah Haji Mencakup Kesehatan Jemaah, Tapi Kecurangan Masih Terjadi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaminan Sosial Pekerja Rumah Tangga Bakal Diatur dalam Peraturan Pemerintah
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menguji efektivitas cadangan beras pemerintah
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.