Jakarta, VIVA – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan penanganan penyakit secara menyeluruh, fasilitas layanan kesehatan dituntut untuk terus beradaptasi. Tidak hanya dari sisi teknologi medis, tetapi juga pendekatan yang lebih manusiawi dalam merawat pasien.
Hal ini menjadi sorotan seiring berbagai penyakit kronis seperti gangguan jantung, kanker, hingga masalah saraf yang membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan. Selain itu, isu kesehatan keluarga—mulai dari ibu dan anak hingga kesehatan gigi—juga semakin menjadi perhatian, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Pendekatan layanan yang nyaman dan tidak menegangkan kini dinilai berperan penting dalam proses pemulihan pasien. Lingkungan rumah sakit yang terlalu kaku atau steril secara berlebihan sering kali justru memicu kecemasan, baik pada pasien maupun keluarga. Karena itu, tren layanan kesehatan saat ini mulai bergeser ke arah yang lebih ramah secara psikologis, tanpa mengurangi standar medis.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Dharma Nugraha Hospital melakukan pembaruan layanan dan fasilitas untuk mendukung pengalaman perawatan yang lebih nyaman. Rumah sakit yang telah berdiri sejak 1996 ini memperbarui berbagai aspek, mulai dari tampilan interior hingga sistem pelayanan, guna menyesuaikan dengan kebutuhan pasien masa kini.
Selain menghadirkan suasana yang lebih hangat, layanan medis yang tersedia juga mencakup berbagai spesialisasi yang berkaitan dengan penyakit yang banyak dialami masyarakat, seperti penyakit dalam, jantung, saraf, hingga bedah onkologi. Ketersediaan fasilitas seperti IGD 24 jam, laboratorium, dan radiologi menjadi bagian penting dalam mendukung diagnosis yang cepat dan akurat—faktor krusial dalam penanganan penyakit serius.
Tidak hanya itu, tren layanan kesehatan berbasis fleksibilitas juga mulai berkembang. Layanan seperti pemeriksaan kesehatan di rumah atau lokasi tertentu kini menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau mobilitas, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan diagnosis.
Dalam proses pengembangan sistem layanan, rumah sakit ini turut menggandeng Medivara Healthcare Consulting untuk memperkuat tata kelola dan kualitas pelayanan secara menyeluruh.
Direktur sekaligus pemilik rumah sakit, Sekar Dewi Dinawati Tjindarbumi, Sp.THT-KL, menekankan bahwa perubahan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga pada pengalaman pasien.





