Kecurangan UTBK-SNBT 2026 Terungkap di Hari Pertama, Panitia Siapkan Sanksi Tegas bagi Pelaku

pantau.com
15 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menemukan praktik kecurangan pada hari pertama pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 yang diikuti 871.496 peserta di seluruh Indonesia.

Kecurangan yang terdeteksi meliputi dua skema utama yakni perjokian dan penggunaan alat bantu ilegal dalam proses ujian.

Ketua Umum Tim SNPMB 2026 Eduart Wolok mengungkapkan, "Sejauh ini terdapat dua skema kecurangan yang sudah ditemukan, seperti perjokian dan penggunaan alat bantu."

Modus Kecurangan dan Sanksi Tegas

Panitia menegaskan bahwa pelaku kecurangan akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku dalam seleksi nasional.

Sanksi tersebut meliputi pengguguran dari seleksi UTBK-SNBT 2026 hingga pencoretan dari seluruh jalur masuk perguruan tinggi negeri, baik nasional maupun mandiri.

Selain itu, pelaku juga berpotensi menghadapi sanksi hukum apabila terbukti melakukan pelanggaran serius.

Eduart Wolok juga mengimbau, "Kami mengimbau kepada seluruh peserta untuk tidak melakukan kecurangan dalam proses seleksi ini."

Imbauan Integritas dari Pemerintah

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026.

Ia menyatakan, "Masih terjadi beberapa upaya tindak curang dan panitia sudah melakukan imbauan. Mari kita tegakkan integritas, hindari kecurangan, karena pada akhirnya kecurangan dapat diketahui."

Brian juga mengingatkan peserta untuk mengandalkan kemampuan diri sendiri serta menjaga kejujuran selama ujian berlangsung.

Ia menambahkan bahwa dukungan dan doa orang tua dapat membantu peserta lebih tenang dalam menghadapi ujian.

UTBK-SNBT 2026 dilaksanakan selama 10 hari mulai 21 hingga 30 April 2026, dengan hasil ujian dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mokris Lay Lolos dari Dakwaan Penelantaran Anak
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
QRIS Bisa Digunakan di Cina Mulai 30 April 2026
• 43 menit lalukatadata.co.id
thumb
Ekonom Jelaskan Penyebab Rupiah Melemah di Kisaran Rp 17.170 per Dolar AS
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Upaya Iptu Juani Aing Bentengi Anak-anak Pesisir Tarakan dari Peredaran Narkoba
• 8 jam laludetik.com
thumb
Gaji Guru Honorer Belum Cair, Dedi Mulyadi Cari Solusi ke Menpan RB
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.