Ulangi Strategi Gaza di Lebanon, Israel Bawa Timur Tengah Menuju “Perang Abadi”

okezone.com
16 jam lalu
Cover Berita

MADRID – Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan bahwa Israel menerapkan strategi militer yang sama di Lebanon Selatan sebagaimana di Jalur Gaza. Ia menegaskan bahwa Israel tidak dapat mempertahankan hubungan normal dengan Uni Eropa di tengah pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terus berlangsung.

Berbicara kepada penyiar publik RTVE pada Senin (20/4/2026), Jose Manuel Albares mengatakan bahwa situasi di Lebanon mencerminkan pola "penghambatan kehidupan normal bagi warga Lebanon, penghancuran infrastruktur sipil, pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, perintah pemindahan paksa penduduk sehingga mereka tidak dapat kembali, serta serangan oleh kedua belah pihak terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon."

Menurut Albares, semua indikasi ini menunjukkan bahwa Israel berupaya menguasai sebagian wilayah dari negara yang berdaulat.

Baca Juga :
Hizbullah Tewaskan Tentara Israel, Lukai 9 Lainnya dalam Pertempuran di Lebanon Selatan

“Ini akan sangat serius bagi stabilitas Timur Tengah dan bagi keamanan Israel sendiri,” kata Albares sebagaimana dilansir TRT. Ia memperingatkan bahwa langkah Israel tersebut “sedang membawa Timur Tengah menuju perang abadi.”

Albares juga menegaskan kembali dorongan Spanyol agar Uni Eropa menangguhkan Perjanjian Asosiasi dengan Israel. Usulan ini akan ia perjuangkan kembali pada pertemuan menteri luar negeri pada Selasa (21/4/2026).

“Israel harus memahami bahwa mereka tidak dapat memiliki hubungan normal ketika hak asasi manusia dilanggar secara terang-terangan,” tambahnya.

Baca Juga :
Viral Tentara Israel Hancurkan Patung Yesus Kristus di Lebanon, Picu Kemarahan Luas

Mengenai konflik regional yang lebih luas, Albares menyatakan bahwa Spanyol tidak akan berpartisipasi dalam operasi militer apa pun di Selat Hormuz, meski ketegangan tetap tinggi meskipun ada gencatan senjata sementara antara Iran, AS, dan Israel.

“Kami tidak akan ikut serta dalam operasi militer apa pun di selat tersebut,” tegasnya sembari menambahkan bahwa Spanyol lebih mengedepankan solusi diplomatik.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Guru Honorer Jakarta: Gowes 6 Km, Gaji Rp 2 Juta, dan Tekanan Biaya Hidup
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Kolom Abu Tebal Capai 1.500 Meter
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemendag Gandeng Tokopedia-TikTok Shop Latih Perempuan Pelaku Usaha Lindung Kekayaan Intelektual
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Menlu Sugiono: Krisis Pupuk Global Imbas Selat Hormuz, RI Tetap Aman
• 3 jam laludisway.id
thumb
Harga LPG 12 Kg Naik, Pemprov DKI Awasi Kafe, Restoran, dan Hotel Beralih ke LPG Subsidi
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.