JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa percaya diri pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa lebih tinggi daripada proyeksi yang dirilis Bank Dunia atau World Bank.
Ia menilai proyeksi Bank Dunia terlalu rendah dan tidak mencerminkan kondisi fundamental yang sebenarnya.
Dalam salah satu pertemuan dengan pihak Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, pekan lalu, ia bahkan secara langsung menanggapi proyeksi tersebut dan menyebutnya tidak akurat.
“Ada yang bilang pertumbuhan kita cuma 4,7 persen untuk World Bank kan ya. Begitu ketemu sana dia minta maaf loh, betul minta maaf yang bikin forecast-nya karena belum di-publish sebelum diskusi dengan bosnya di sana,” kata Purbaya di sela acara pelantikan pejabat Kementerian Keuangan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Bapanas Waspadai Kenaikan Harga Beras dan Gula | JMP
“Saya bilang ya proyeksinya terlalu rendah. Jadi gimana kita revisi? Enggak usah, saya kan buktikan bahwa kamu salah,” tegasnya.
Menurut Purbaya, optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat berkat reformasi yang telah dilakukan sebelum tekanan global terjadi.
“Kenapa saya berani ngomong gitu? Karena kita sudah melakukan reformasi terus-menerus di Kementerian Keuangan dan di tempat lain juga,” terangnya.
Ia menuturkan, berbagai pembenahan struktural seperti reformasi perpajakan dan penguatan kebijakan fiskal telah membuat APBN Indonesia lebih tangguh menghadapi gejolak global.
“Sebelum pergolakan global, sebelum perang, kita sudah perbaikan ekonominya di sini. Reformasi di pajak dan lain-lain sehingga kondisi APBN kita kuat,” ujarnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- pertumbuhan ekonomi indonesia
- proyeksi ekonomi ri
- bank dunia
- world bank
- purbaya yudhi sadewa
- menkeu purbaya





