JAKARTA, KOMPAS.TV - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan, mulai memperketat layanan kesehatan bagi jemaah calon haji, khususnya perempuan usia subur. Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemeriksaan khusus untuk mendeteksi kemungkinan kehamilan sebelum keberangkatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel, Ikbal Ismail, menjelaskan bahwa layanan ini menjadi bagian dari prosedur penting dalam memastikan kesiapan fisik para calon haji.
"Jadi ini jenis layanan haji yang tersendiri, ini fokus pada calon haji perempuan. Mereka akan diperiksa, apakah sehat secara jasmani dan hamil atau tidak, sebagai salah satu persyaratan ibadah haji," ujarnya di Asrama Haji Sudiang Makassar, dikutip dari Antara, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: [FULL] Peneliti Senior dan Ridlwan Habib soal Negosiasi AS-Iran Terancam Gagal, Perang Berlanjut?
Pemeriksaan ini tidak berhenti pada hasil awal. Jika jemaah calon haji dinyatakan positif hamil, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui usia kandungan secara detail.
Ikbal menegaskan, terdapat batasan tertentu yang menjadi acuan dalam menentukan kelayakan keberangkatan.
"Jika ada yang didapati positif hamil dan setelah diperiksa masa kehamilannya itu berada di usia 16 hingga 24 Minggu dipastikan tidak akan diberangkatkan karena itu sangat berisiko bagi calon bayinya," katanya.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan medis demi melindungi keselamatan ibu dan janin selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Edukasi Sejak Manasik, Jamaah Diingatkan Risiko
Tidak hanya mengandalkan pemeriksaan di tahap akhir, PPIH juga telah memberikan edukasi sejak proses manasik haji. Jemaah calon haji perempuan diimbau memahami risiko kesehatan, termasuk potensi kehamilan sebelum keberangkatan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- calon haji
- haji 2026
- pemeriksaan hamil
- embarkasi makassar
- ibadah haji
- ppih makassar





