Arema FC dan Semen Padang Buka Kans Borneo FC Rebut Posisi Puncak dari Persib Bandung

harianfajar
1 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, BANDUNG –Persaingan menuju gelar juara Super League 2025/2026 memasuki fase paling menentukan. Dua tim teratas, Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda, kini berada dalam jarak yang sangat tipis, membuat enam laga tersisa terasa seperti rangkaian “final” yang akan menguras fisik, emosi, dan mental.

Hasil imbang 2-2 yang diraih Persib saat menghadapi Dewa United menjadi titik balik dalam perebutan puncak klasemen. Maung Bandung gagal mempertahankan keunggulan empat poin dan kini hanya unggul dua angka dari Borneo FC. Dalam situasi seperti ini, setiap kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Persib saat ini masih memimpin klasemen dengan 65 poin, diikuti Borneo FC dengan 63 poin, sementara Persija Jakarta membayangi di posisi ketiga dengan 58 poin. Meski jaraknya masih cukup, Persija tetap berpotensi menjadi kuda hitam jika dua tim di atasnya terpeleset.

Menariknya, baik Persib maupun Borneo memiliki komposisi jadwal yang relatif seimbang: masing-masing akan memainkan tiga laga kandang dan tiga laga tandang. Namun, tingkat kesulitan lawan yang dihadapi bisa menjadi faktor pembeda dalam perebutan gelar ini.

Persib akan memulai rangkaian laga krusial dengan menjamu Arema FC. Pertandingan ini tidak bisa dianggap mudah, mengingat Arema memiliki kekuatan yang cukup seimbang dan terbukti mampu mengalahkan tim-tim kuat sebelumnya. Bahkan, performa Arema kerap disejajarkan dengan Dewa United yang baru saja merepotkan Persib.

Setelah itu, Persib harus menjalani laga tandang ke markas Bhayangkara FC, sebelum kembali ke kandang menghadapi PSIM Yogyakarta. Tantangan terbesar mungkin datang saat mereka bertandang ke markas Persija Jakarta—laga klasik yang sarat tekanan dan gengsi tinggi.

Dua laga terakhir Persib juga tidak kalah menentukan, yakni menghadapi PSM Makassar di kandang lawan serta menjamu Persijap Jepara. Jika melihat konteks klasemen, beberapa lawan Persib justru merupakan tim yang sedang berjuang menghindari degradasi, sehingga mereka dipastikan tampil habis-habisan.

Di sisi lain, Borneo FC memiliki peluang besar untuk mengambil alih puncak klasemen, terutama karena beberapa lawan mereka relatif lebih “terjangkau”. Mereka akan menjamu Semen Padang FC pada pekan terdekat—tim yang saat ini tengah terpuruk di zona degradasi. Secara di atas kertas, ini menjadi peluang emas bagi Pesut Etam untuk meraih tiga poin penuh.

Setelah itu, Borneo akan menghadapi Persik Kediri dan Persita Tangerang, dua tim yang meski tidak bisa dianggap remeh, tetap memberi peluang bagi mereka untuk menjaga konsistensi poin.

Namun demikian, ujian berat tetap menanti. Dua laga tandang beruntun melawan Bali United dan Persijap Jepara akan menjadi penentu sejauh mana mental juara Borneo FC. Mereka kemudian menutup musim dengan menjamu Malut United, yang juga bisa menjadi laga krusial tergantung situasi klasemen saat itu.

Salah satu faktor yang bisa menjadi pembeda adalah konsistensi kandang. Persib memiliki rekor sempurna di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan menyapu bersih 14 kemenangan. Ini menjadi modal besar yang sulit ditandingi oleh tim lain.

Pemain Persib, Eliano Reijnders, menegaskan bahwa timnya masih berada di jalur yang tepat untuk meraih gelar juara, meski baru saja kehilangan poin penting.

“Kami terus berjuang dan berusaha untuk bangkit mengejar ketertinggalan di pertandingan. Hal bagusnya, kami masih berada di jalur dan akan kembali fokus untuk pertandingan yang akan datang,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa timnya tidak memulai laga dengan baik saat menghadapi Dewa United, namun mampu bangkit di babak kedua.

“Seribu persen sepakat dengan apa yang dikatakan pelatih (Bojan Hodak). Kami memulai pertandingan dengan tidak terlalu bagus. Tapi setelah itu, kami bisa mengembangkan permainan hingga akhirnya bisa imbang 2-2,” lanjutnya.

Pernyataan ini mencerminkan bahwa Persib masih memiliki mentalitas kuat untuk bertahan di puncak. Namun dalam situasi persaingan seketat ini, mental saja tidak cukup—konsistensi performa menjadi kunci utama.

Di sisi lain, Borneo FC datang dengan momentum yang lebih stabil dan jadwal yang sedikit lebih menguntungkan. Kekalahan atau hasil imbang dari tim seperti Arema FC atau bahkan Semen Padang bisa menjadi pintu masuk bagi Borneo untuk menyalip.

Dengan enam laga tersisa, setiap pertandingan akan menjadi penentu. Tidak ada lagi ruang untuk kesalahan, baik bagi Persib maupun Borneo. Dalam kondisi seperti ini, faktor kecil seperti efektivitas penyelesaian akhir, kedalaman skuad, hingga keberuntungan bisa menjadi penentu siapa yang akhirnya keluar sebagai juara.

Super League musim ini benar-benar menghadirkan klimaks yang dramatis. Persib masih memegang kendali, tetapi Borneo FC kini berada tepat di belakang mereka—siap menerkam kapan saja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lebih Dekat dengan Wuling Eksion, Sekadar Darion Versi SUV?
• 10 menit lalukumparan.com
thumb
KAI Buka Rute Kereta Api Bandung- Banyuwangi Tanpa Transit Mulai 1 Mei
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dua Juta Warga Iran Kehilangan Pekerjaan
• 30 menit lalutvrinews.com
thumb
Refly Harun Ungkap Jaksa Belum Terima Berkas Perkara Roy dan Dokter Tifa
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras dan Senjata di Tangsel, Dua Pelaku Tertangkap
• 16 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.