HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), mengapresiasi langkah pemerintah membuka 35.476 lowongan kerja untuk pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Kebijakan ini dinilai berpotensi memberi efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, khususnya di wilayah berbasis pertanian dan perikanan seperti Sulsel.
Menurut AIA, rekrutmen dalam skala besar tersebut tidak hanya menyerap tenaga kerja terdidik, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk memperkuat kelembagaan ekonomi lokal.
“Kami melihat ini sebagai stimulus nyata. Ketika koperasi dikelola secara profesional, maka rantai pasok akan lebih efisien, akses pembiayaan terbuka, dan produktivitas pelaku usaha kecil bisa meningkat,” ujarnya pada Selasa, 21 April.
Program yang berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, tersebut mencakup 30.000 posisi manajer koperasi di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara serta 5.476 posisi pengelola kampung nelayan di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Peserta yang lolos akan berstatus pegawai BUMN dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun.
Kadin Sulsel menilai, keberadaan ribuan manajer koperasi yang tersebar hingga tingkat desa akan mempercepat konsolidasi ekonomi rakyat.
AIA menuturkan bahwa dengan manajemen yang lebih modern, koperasi berpotensi menjadi agregator produksi, memperkuat posisi tawar petani dan nelayan terhadap pasar.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini menjelaskan bahwa efek ekonomi dari kebijakan ini akan terasa dalam beberapa lapisan.
Pertama, peningkatan penyerapan tenaga kerja akan mendorong daya beli masyarakat. Kedua, penguatan koperasi akan memperlancar distribusi barang dan menekan biaya logistik di tingkat lokal.
Ketiga, kampung nelayan yang dikelola lebih profesional berpotensi meningkatkan nilai tambah hasil perikanan.
“Kalau ini berjalan optimal, kita bisa melihat pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Tidak hanya bertumpu di kota, tetapi juga bergerak dari desa dan pesisir,” kata Ketua DPD Gerindra Sulsel ini.
Selain itu, Kadin Sulsel memandang program ini dapat menciptakan ekosistem usaha baru. Aktivitas koperasi yang lebih dinamis diyakini akan memicu tumbuhnya sektor pendukung, mulai dari distribusi, pengolahan hasil, hingga jasa keuangan mikro.
Meski demikian, AIA menekankan pentingnya kesinambungan program agar dampak ekonominya tidak bersifat sementara. Ia berharap pemerintah memastikan adanya pendampingan, pelatihan, serta integrasi dengan pelaku usaha daerah.
“Dengan desain yang tepat, ini bukan sekadar program rekrutmen, tetapi investasi jangka panjang bagi ekonomi daerah,” ujarnya. (ams)





