Empat Kandidat Berebut Kursi Sekretaris Jenderal PBB

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, Genewa

Persaingan Menuju Puncak Kepemimpinan Global Dimulai: Siapa Pengganti Guterres?

Persaingan memperebutkan posisi diplomatik paling berpengaruh di dunia resmi dimulai. 

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-10 akan dipilih tahun ini untuk masa jabatan lima tahun yang dimulai pada 1 Januari 2027.

Proses suksesi ini menjadi krusial di tengah polarisasi geopolitik yang kian tajam. Berikut adalah profil para kandidat utama yang muncul untuk menggantikan Antonio Guterres,

Rafael Grossi: Diplomat Nuklir yang Enerjik

Rafael Grossi (65), diplomat karier asal Argentina, dikenal sebagai sosok yang hiperaktif dalam perannya sebagai Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA). 

Selama enam tahun terakhir, Grossi menjadi figur sentral dalam mengawasi program nuklir Iran dan memimpin negosiasi untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir yang sempat goyah.

Keberhasilan terbesarnya yang diakui dunia adalah menempatkan tim IAEA di pembangkit listrik nuklir Zaporizhzhia yang diduduki Rusia di Ukraina. Dalam visi kepemimpinannya, ia menekankan pentingnya institusi multilateral.

"Pengalaman ini menegaskan keyakinan mendalam saya: bahkan di masa perpecahan, institusi multilateral dapat memberikan dampak nyata dan positif," tulis Grossi dalam pernyataan visinya.

Rebeca Grynspan: Misi Memecah Langit-Langit Kaca

Jika terpilih, Rebeca Grynspan (70) akan mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB. 

Mantan Wakil Presiden Kosta Rika yang kini memimpin Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) ini memposisikan dirinya sebagai reformis yang berkomitmen pada hak asasi manusia dan perdamaian.

Lahir dari keluarga penyintas pasca-Perang Dunia Kedua, Grynspan memiliki keterikatan emosional terhadap asal-usul PBB. Ia menegaskan tidak mencari hak istimewa meski berpotensi menjadi pemimpin perempuan pertama.

"Saya tidak menunggu perlakuan khusus. Saya ingin perlakuan yang setara," tegas Grynspan 

Michelle Bachelet: Pengalaman di Tengah Kontroversi

Mantan Presiden Chile dua periode dan mantan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet (74), membawa portofolio yang luas. 

Meski pemerintah Chile saat ini menarik dukungan karena pergeseran politik domestik ke sayap kanan, Bachelet tetap melangkah dengan dukungan dari Brasil dan Meksiko.

Namun, pencalonannya menghadapi tantangan di Washington. Senator AS, Pete Ricketts, 

melontarkan kritik keras terkait laporan hak asasi manusia tahun 2022, di mana Bachelet dianggap gagal melabeli tindakan China terhadap Muslim Uyghur sebagai genosida. Hingga kini, Beijing belum menyatakan posisi resmi terkait pencalonannya.

Macky Sall: Suara dari Benua Afrika

Macky Sall (64), mantan Presiden Senegal selama 12 tahun, mengandalkan pengalamannya sebagai kepala negara. 

Ahli geologi ini dikenal vokal dalam memperjuangkan pembangunan Afrika dan reformasi Dewan Keamanan PBB.

Sall mendorong adanya "multilateralisme yang diciptakan kembali" untuk merespons tantangan dunia yang sedang bertransformasi. 

Jika terpilih, ia akan menjadi tokoh Afrika ketiga yang memimpin PBB setelah Boutros Boutros-Ghali dan Kofi Annan. Kendati demikian, laporan diplomatik menunjukkan bahwa dukungannya di tingkat regional masih terbagi.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Soroti Pengesahan UU PPRT Sebagai Upaya Perlindungan dan Keadilan Pekerja
• 2 jam lalunarasi.tv
thumb
Pria di Tangsel Curi Cincin dan Gelang Usai Bunuh Mantan Istri Sirinya
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini (22/4) Turun Rp50.000, Kini Jadi Rp2,83 Juta per Gram
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
IHSG Rawan Turun, Analis Rekomendasikan Saham CDIA, BMRI, PTRO, PANI
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lawan Alaves, Real Madrid Wajib Menang untuk Jaga Peluang Juara
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.