Liputan6.com, Jakarta - Personel Brimob diminta melakukan pendekatan humanis dan meninggalkan cara kekerasan saat mengamankan aksi unjuk rasa. Hal itu ditegaskan Dankor Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat.
"Penanganan massa sekarang tidak harus dengan kekerasan ya. Kita tunjukkan dulu pakai soft power," kata dia kepada awak media di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dikutip, Rabu (22/4/2026).
Advertisement
Menurutnya, Korps Brimob menjadi kekuatan terakhir dalam penanganan unjuk rasa. Fungsi Binmas dan Sabhara menjadi lebih dikedepankan.
Adapun pendekatan ini merupakan upaya agar dapat menyamakan persepsi sebenarnya, baik dari tingkat pusat hingga daerah khususnya bagi Korps Brimob.
Sebab, katanya, unjuk rasa merupakan aktivitas yang tidak dilarang. Namun, jika aksi tersebut sudah mengarah kepada tindakan pelanggaran hukum, maka akan ditindak.
"Kalau unjuk rasanya sih, semua boleh-boleh saja unjuk rasa. Tapi kalau sampai pengrusakan, pembakaran, kemudian membuat jiwa seseorang terancam, bahkan sampai meninggal dunia, baru kita nanti tindak," tambah Ramdani.




