Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti masih tingginya biaya logistik yang menjadi penghambat bagi daya saing dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal itu diungkapkannya di sela-sela Simposium PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) 2026 bertajuk Akselerasi Ekonomi Indonesia melalui Pembangunan Infrastruktur yang digelar di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dalam kesempatan itu, dia memerinci bahwa biaya logistik atau logistic cost di Indonesia masih berada di kisaran belasan persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Purbaya mengakui bahwa biaya logistik nasional memang telah mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, levelnya masih lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju.
Alhasil, kondisi itu membuat harga barang domestik menjadi lebih mahal. Lebih lanjut, hal tersebut secara langsung menekan daya saing produk Indonesia, baik di pasar domestik maupun global.
“Logistic cost kita masih sekitar belasan persen dari PDB. Sudah turun sedikit, tapi masih lebih tinggi dari negara maju. Artinya, barang kita mahal, daya saing jadi turun,” ungkapnya.
Baca Juga
- Pengamat: Konektivitas Laut Bisa Pangkas Biaya Logistik Nasional
- FedEx Kaji Dampak Lonjakan Harga Avtur terhadap Biaya Logistik
- Mendag Blak-blakan Biaya Logistik Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Purbaya menyoroti bahwa isu penurunan biaya logistik sempat menjadi perhatian utama pemerintah sekitar 10–15 tahun lalu. Namun, dalam 10 tahun terakhir, sebutnya, pembahasan mengenai efisiensi logistik cenderung meredup.
Kondisi tersebut, menurut Purbaya, mencerminkan adanya anggapan bahwa perbaikan yang dilakukan sebelumnya sudah cukup. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
“Kita pikir sudah bagus, ternyata belum,” katanya.
Dia menegaskan pemerintah tidak akan mengabaikan persoalan tersebut. Upaya perbaikan akan kembali difokuskan, terutama pada aspek yang selama ini menjadi sumber utama inefisiensi, yakni aktivitas di pelabuhan.
Purbaya menyebut pembenahan sistem dan tata kelola pelabuhan menjadi kunci untuk menekan biaya logistik secara keseluruhan.
“Kita tidak akan lupakan, kita akan perbaiki lagi. Utamanya logistic cost di pelabuhan-pelabuhan. Itu di bawah Kementerian Keuangan, kita akan perbaiki,” tuturnya.





