Grid.ID - Drama China River of No Return disutradarai oleh Zhang Li dan dibintangi oleh Chen Yi, Lin Geng Xin, Jian Pei Yao, serta Wu Xing Jian. Drama ini juga diadaptasi dari novel karya Ma Bo Yong.
River of No Return diperkirakan akan tayang pada tahun 2026. Drama ini kabarnya memiliki total 26 episode dengan durasi sekitar 45 menit di setiap episodenya.
Nantinya River of No Return dapat disaksikan melalui platform resmi iQIYI. Berikut sinopsis drama China River of No Return.
Pada tahun pertama pemerintahan Hongxi di Dinasti Ming, kapal harta karun milik Putra Mahkota Zhu Zhanji (Cheng Yi) tiba-tiba tenggelam di tepi Sungai Qinhuai, Nanjing. Di saat yang sama, kabar mengejutkan datang bahwa sang kaisar sedang sakit keras.
Peristiwa besar yang terjadi hampir bersamaan ini mengguncang Nanjing dan Beijing. Situasi yang tidak menentu membuat Zhu Zhanji terpaksa mengambil keputusan cepat demi keselamatan dirinya dan masa depan dinasti.
Dalam kondisi penuh tekanan, Zhu Zhanji memulai perjalanan berbahaya menuju ibu kota. Ia harus menempuh jarak lebih dari 1.100 kilometer hanya dalam waktu 15 hari.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perlombaan melawan waktu. Setiap langkah yang ia ambil dipenuhi risiko yang bisa mengancam nyawanya kapan saja.
Dalam perjalanan tersebut, Zhu Zhanji tidak sendirian. Ia dikawal oleh Wu Dingyuan (Lin Geng Xin), seorang polisi berpangkat rendah yang berani dan tangguh.
Selain itu, ada juga Su Jingxi (Jian Pei Yao), seorang dokter wanita cerdas yang memiliki kemampuan medis luar biasa. Serta Yu Qian (Wu Xing Jian), seorang pejabat rendahan yang menyimpan pemikiran tajam dan penuh perhitungan.
Keempat orang ini memiliki tujuan dan rahasia masing-masing. Meski begitu, mereka harus bekerja sama untuk melindungi Zhu Zhanji dari berbagai ancaman yang terus mengintai.
Sepanjang perjalanan, mereka menghadapi penyergapan, pengejaran, dan berbagai rintangan berbahaya. Setiap situasi memaksa mereka untuk bertahan hidup dan saling mempercayai satu sama lain.
Di balik perjalanan penuh ketegangan ini, mereka perlahan menemukan makna baru tentang diri mereka sendiri. Mereka juga mulai memahami arti kepercayaan, persahabatan, dan tanggung jawab dalam menghadapi takdir. (*)
Artikel Asli




