Perang AS-Iran Makan Korban Baru: Kondom Tetangga RI

cnbcindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita
Foto: SATU kondom karya Karex dipamerkan di Petaling Jaya, Malaysia 21 April 2026. (REUTERS/Hasnoor Hussain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen kondom terbesar dunia asal Malaysia, Karex Bhd, bersiap menaikkan harga produk secara signifikan imbas gangguan rantai pasokan akibat perang Iran. Kenaikan harga diperkirakan mencapai 20% hingga 30%, bahkan berpotensi lebih tinggi jika situasi tidak kunjung membaik.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa lonjakan biaya produksi dan distribusi memaksa perusahaan mengambil langkah tersebut.

"Situasinya jelas sangat rapuh, harga mahal... Kami tidak punya pilihan selain membebankan biaya tersebut kepada pelanggan saat ini," ujarnya dalam wawancara, seperti dikutip Reuters, Rabu (22/4/2026).


Pilihan Redaksi
  • Resmi! AS Hukum 14 Pihak "Pembantu" Iran, Sebut Turki hingga UEA
  • 7 Alternatif Jalur Minyak Timur Tengah, Mampu Gantikan Hormuz?
  • Tumpahan Minyak Akibat Perang AS-Iran Terlihat dari Luar Angkasa

Karex memproduksi lebih dari 5 miliar kondom setiap tahun dan menjadi pemasok bagi berbagai merek global seperti Durex dan Trojan, serta memasok kebutuhan sistem kesehatan nasional seperti NHS Inggris hingga program bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Perang Iran telah mengganggu pasokan energi dan petrokimia dari Timur Tengah, yang menjadi bahan baku utama industri ini. Akibatnya, biaya produksi melonjak, mulai dari karet sintetis dan nitril hingga bahan kemasan seperti aluminium foil dan pelumas berbasis silikon.

Tak hanya itu, biaya logistik juga ikut terdampak. Waktu pengiriman produk ke pasar utama seperti Eropa dan Amerika Serikat kini membengkak menjadi hampir dua bulan, dari sebelumnya sekitar satu bulan. Kondisi ini memperparah keterbatasan stok di berbagai negara.

"Banyak kondom saat ini masih berada di kapal dan belum sampai ke tujuan, padahal sangat dibutuhkan," kata Goh.

Di sisi lain, permintaan global justru meningkat sekitar 30% sepanjang tahun ini. Hal ini dipicu oleh menipisnya persediaan di banyak negara, terutama negara berkembang, setelah adanya pemangkasan besar dalam bantuan luar negeri, termasuk dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat tahun lalu.

Meski demikian, Karex menyatakan masih memiliki cadangan stok untuk beberapa bulan ke depan dan tengah berupaya meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi lonjakan permintaan global.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video:Siaga Perang As-Iran Jilid 2 - Ini Modus Penyeleweng BBM-LPG

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras Semalaman, Inilah Detik-Detik Tanah Longsor di Semarang | BERUT
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
KAI Logistik Angkut 3,6 Juta Ton Barang per Kuartal I, Didominasi Batu Bara-BBM
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Putusan PTUN Belum Dijalankan DLH Kota Bekasi, AWPI Wadul ke KemenPAN-RB 
• 2 menit lalurealita.co
thumb
Hari Ini Seluruh PPPK Paruh Waktu Menunggu Informasi Penting dari Mas Ketum
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam dan Galeri 24 Naik, UBS Turun
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.