KAI Logistik Angkut 3,6 Juta Ton Barang per Kuartal I, Didominasi Batu Bara-BBM

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Anak usaha PT KAI (Persero), KAI Logistik, mencatat volume angkutan barang mencapai sekitar 3,6 juta ton. Angka ini naik 24 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, menyampaikan bahwa sepanjang tiga bulan pertama, operasional bisnis tetap berjalan secara optimal meski di tengah momentum beberapa hari libur nasional yang berdekatan.

”Pencapaian sebesar 3,6 juta ton tersebut didominasi oleh lini angkutan batu bara dengan volume mencapai 2 juta ton. Kontribusi signifikan lainnya berasal dari layanan pra dan purna BBM/BBK sebanyak 769 ribu ton, layanan peti kemas sebesar 663 ribu ton, angkutan semen dan limbah B3 sekitar 74 ribu ton, serta layanan pengiriman barang ritel sebesar 18.671 ton," ujar Yuskal dalam keterangannya, Rabu (22/4).

Pertumbuhan signifikan terjadi pada layanan angkutan peti kemas, yang mengalami peningkatan sebesar 24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Volume angkutan peti kemas naik dari 535 ribu ton menjadi 663 ribu ton pada kuartal I 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh berbagai langkah inovasi strategis yang telah diimplementasikan perusahaan untuk meningkatkan keandalan layanan.

Kinerja positif KAI Logistik ini sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia pada laporannya yang menempatkan sektor transportasi dan pergudangan sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kisaran 10,8 persen hingga 11,6 persen (yoy). Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, mempertegas peran vital sektor logistik dalam mendukung konektivitas nasional.

"Pencapaian pada kuartal I ini merupakan bukti nyata dari ketangguhan operasional perusahaan dalam merespons kebutuhan pasar yang dinamis. Kami terus berfokus pada inovasi layanan dan optimalisasi kapasitas angkut untuk memastikan setiap segmen bisnis memberikan kontribusi terukur bagi penguatan rantai pasok nasional, sejalan dengan visi besar perusahaan dalam menyediakan solusi logistik terintegrasi," jelasnya.

Seiring dengan fokus pemerintah dalam memperkuat struktur industri manufaktur yang ditargetkan tumbuh 5,51 persen pada tahun 2026 . KAI Logistik juga memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam pemenuhan kebutuhan rantai pasok. Saat ini, sekitar 11 persen basis pelanggan KAI Logistik berasal dari industri manufaktur. Untuk mendukung sektor ini, perusahaan tengah merampungkan rencana penambahan kapasitas angkut pada layanan angkutan kereta api peti kemas yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat.

Selain sektor industri, pertumbuhan volume juga tercatat pada sektor ritel melalui layanan Kalog Express yang tumbuh sebesar 27 persen. Volume pengiriman pada kuartal I 2026 mencapai 18.671 ton, meningkat dari 14.649 ton pada periode yang sama tahun lalu. Capaian ini menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar dengan membidik penambahan 70 titik layanan ritel baru di sepanjang tahun 2026.

“KAI Logistik akan selalu berkomitmen untuk terus memperkuat peran sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi yang andal dan berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas, inovasi layanan, serta perluasan jaringan operasional, perusahaan optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan positif sepanjang tahun 2026 sekaligus berkontribusi lebih besar dalam mendukung efisiensi distribusi dan daya saing ekonomi nasional,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Jadi Dipindah ke Timur Tengah, Sistem Rudal AS Tetap di Korsel
• 3 jam laludetik.com
thumb
Jaksel–Jaktim Masuk Zona Rawan Longsor, Berikut Daftar Wilayahnya
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pemkot Denpasar Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Energi, Walikota Jaya Negara Tandatangani PKS PSEL Tahap I
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Periksa Sespri Bupati Tulungagung, KPK Dalami Pembuatan Surat Resign yang Jadi Alat Pemerasan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Puan Minta Evaluasi Penugasan Prajurit TNI di Wilayah Konflik
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.