Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mendorong percepatan pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa. Langkah strategis ini bertujuan untuk menekan biaya logistik, mengurangi ketimpangan antarwilayah, serta memperkuat konektivitas nasional sebagaimana mandat dari Presiden Prabowo Subianto.
“Ini adalah visi besar Bapak Presiden. Kita ingin memastikan Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi tidak tertinggal terlalu jauh. Dengan membangun jaringan kereta api yang terintegrasi, kita bisa menekan biaya logistik secara signifikan dan meningkatkan daya saing ekonomi antarwilayah,” ujar AHY saat memimpin rapat koordinasi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.
Baca Juga :
Wapres Gibran Tinjau Program MBG di Yahukimo, Tekankan Pemerataan Gizi AnakAHY mengakui adanya ketimpangan besar dalam pengembangan transportasi berbasis rel di tanah air. Saat ini, angkutan penumpang kereta api baru mencapai 4 persen dan angkutan logistik hanya 1 persen.
Padahal, kata dia, kereta api dinilai jauh lebih efisien dan ramah lingkungan karena kontribusi emisinya kurang dari 1 persen.
Terkait tantangan di tiap pulau, AHY menjelaskan bahwa Kalimantan saat ini masih memiliki nol kilometer jaringan kereta api. Sementara, Sulawesi memerlukan integrasi rel dengan kawasan industri.
Untuk membangun tambahan jaringan hingga 14.000 kilometer serta reaktivasi jalur, dibutuhkan investasi fantastis mencapai Rp1.100 triliun hingga Rp1.200 triliun hingga tahun 2045.
“Angkanya memang besar, tetapi ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN. Harus ada creative financing, kolaborasi dengan swasta, dan keterlibatan berbagai pihak,” jelasnya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Dok. Istimewa.
AHY juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran transportasi publik secara proporsional. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi dengan perencanaan tata ruang dan pusat ekonomi wilayah.
“Kita tidak bisa membangun kereta api secara parsial. Harus terintegrasi dengan tata ruang, dengan pusat-pusat ekonomi, dan dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah kerja besar yang membutuhkan sinergi semua pihak,” ucap AHY.




