Pemerintah Siap Ambil Alih Utang KCIC, Skema Masih Dimatangkan

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah kembali memberi sinyal akan mengambil alih pengelolaan beban utang proyek kereta cepat Jakarta - Bandung. Namun, yang diambil alih bukan badan usaha PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), melainkan kewajiban utangnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keputusan terkait hal tersebut sebenarnya sudah ada. Namun, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono.

Baca Juga
  • Mengenal Aturan Nutri Level untuk Cegah Konsumsi Gula Berlebih
  • AHY: Kereta Api Berperan Besar Tekan Emisi dan Dorong Efisiensi Logistik
  • Kunjungi Tiga Negara, Gubernur Pramono Perkuat Kemitraan Strategis Menuju Top 50 Global City 2030

“Nanti setelah diumumkan Pak AHY. Saya pikir saya tidak berhak ngomong sekarang. Nanti tanya Pak AHY,” ujar Purbaya usai Simposium PT SMI 2026 di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan, keputusan sudah final, tetapi belum bisa disampaikan ke publik. “Yang jelas sudah putus, cuma belum saatnya diumumkan dan saya tidak berhak menyampaikan,” katanya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Di sisi lain, pemerintah masih merapikan skema yang akan dipakai. COO sekaligus Kepala BP BUMN Donny Oskaria menyebut pembahasan masih berjalan.

“Iya kemungkinan. Ini sedang kita rapatkan. Mudah-mudahan segera selesai. Ada beberapa skema yang kita siapkan,” ujarnya beberapa waktu lalu.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Dorong Penggunaan Kemasan Kertas-Aseptik Untuk Mengurangi Ketergantungan Plastik
• 19 jam lalunarasi.tv
thumb
RI Terancam Mandek, Airlangga: Butuh Pertumbuhan 6,7% agar Jadi Negara Maju
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Obral Jumbo! Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini Ambruk Rp 50.000
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KPK Periksa Pegawai PT Milik Bupati Fadia, Usut Mekanisme Bidding
• 21 jam laludetik.com
thumb
Modus Transaksi Tramadol di Bekasi: Duduk Menunggu hingga Sistem Tempel
• 18 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.