Sinar Terang Mandiri (MINE) Tetapkan Dividen Tunai Rp60,23 Miliar

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham.

PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham. (Foto: iNews Media/Rohman Wibowo)

IDXChannel - PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp60,23 miliar atau setara Rp14,75 per saham. Besaran dividen itu merepresentasikan 30 persen dari total laba tahun buku 2025 yang mencapai Rp202 miliar.

Emiten yang bergerak di sektor jasa pendukung pertambangan dan penggalian ini menetapkan besaran dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Rabu (22/4/2026). Pembagian dividen tersebut sekaligus menjadi yang pertama kalinya diberikan sejak MINE menggelar IPO pada Maret 2025.

Baca Juga:
Astra Otoparts (AUTO) Bagikan Dividen Final Rp819 Miliar, Ini Jadwalnya

Direktur Utama MINE, Ivo Wangarry mengatakan, penetapan dividen ini merupakan upaya perseroan dalam menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham lewat manajemen bisnis yang terukur, disiplin, dan mengedepankan kehati-hatian, khususnya di tengah berbagai tantangan serta dinamika dalam sektor pertambangan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan dukungan para pemegang saham yang memungkinkan perseroan terus menciptakan nilai tambah. Pembagian dividen ini mencerminkan kinerja dan upaya perseroan dalam menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan penguatan fundamental usaha, termasuk pada periode awal pasca IPO,” ujar Ivo.

Baca Juga:
Jadwal Lengkap Pencairan Dividen Tunai DRMA Rp70 per Saham

RUPST juga menetapkan Rp1 miliar dari laba sebagai cadangan umum. Adapun sisanya akan dimasukkan sebagai saldo laba ditahan.
 
Ivo mengungkapkan, keputusan dividen di masa depan bakal memperhatikan kondisi dan kebutuhan perseroan secara komprehensif, dengan mempertimbangkan aspek keuangan, agenda ekspansi, serta tren industri agar tetap konsisten dengan visi pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan bisnis perseroan.

Sepanjang 2025, MINE mencatat capaian positif kendati harus menghadapi kompleksitas industri tambang dan ekonomi global. Pendapatan MINE tumbuh 11,8 persen menjadi Rp2,36 triliun jika dibandingkan dengan raihan tahun 2024.

Kenaikan tersebut ditopang oleh kontribusi dua lini pendapatan baru, yakni proyek pembangunan jalan dari PT Erabaru Timur Lestari dan proyek penambangan yang dikelola oleh PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), yang secara signifikan memperkokoh portofolio bisnis perusahaan.

Ivo menambahkan, untuk tahun 2026, perseroan tetap agresif dalam menjaring kontrak baru, di samping terus memelihara kepercayaan klien yang telah terjalin serta melakukan pengembangan lini bisnis demi meningkatkan daya saing dan memperbesar peluang pertumbuhan.

“Perseroan terus berkomitmen untuk memperkuat kinerja serta mendorong pertumbuhan usaha secara berkelanjutan. Bagi kami, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengembalian nilai tambah kepada pemegang saham adalah kunci," ujar Ivo.

Ivo juga membeberkan soal realisasi penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp129,61 miliar setelah dikurangi biaya emisi. Hingga penutupan tahun 2025, seluruh dana tersebut telah terserap sepenuhnya sesuai dengan prospektus, mencakup pengadaan alat berat, akuisisi aset berupa tanah dan bangunan, serta kebutuhan modal kerja perseroan.
 
Sepanjang 2025, MINE telah berinvestasi pengadaan alat berat senilai Rp267 miliar yang difungsikan untuk mendukung operasional kontrak-kontrak terbaru. Ivo menilai prospek industri jasa penunjang pertambangan ke depan masih menjanjikan, meskipun tetap ada tantangan yang menyertainya. Hal tersebut berkorelasi dengan peran Indonesia sebagai aktor utama di industri pertambangan dunia, berbekal cadangan dan produksi komoditas strategis yang masif seperti nikel, batu bara, emas, serta mineral lainnya.

“Dengan potensi sumber daya mineral Indonesia yang beragam, kami melihat ruang pengembangan usaha yang cukup luas di berbagai komoditas. Ke depan, perseroan akan terus memperluas cakupan layanan serta menjajaki peluang diversifikasi ke mineral lainnya secara disiplin dan terukur," ujar Ivo.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Melihat Wajah Baru Dharma Nugraha Hospital: Lebih Modern dan Nyaman Beauty!
• 10 jam laluherstory.co.id
thumb
Negara-negara Arab Tuntut Iran Bayar Ganti Rugi Buntut Penutupan Selat Hormuz
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Menlu Sugiono: Krisis Pupuk Global Imbas Selat Hormuz, RI Tetap Aman
• 58 menit laludisway.id
thumb
Rekonstruksi Jalur Gaza Butuh Rp1.200 Triliun dalam 10 Tahun
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kemenangan Suster Natalia, Saat Integritas Mengetuk Pintu Kekuasaan
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.