Kapan China Bisa Terbitkan Obligasi di Indonesia?

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Pemerintah Indonesia mulai melirik skema pembiayaan yang lebih fleksibel dengan membuka peluang bagi China untuk menerbitkan surat utang di pasar domestik.
 
Langkah ini muncul sebagai bagian dari pembicaraan bilateral antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Keuangan China Lan Fo’an.
  Baca juga: Investor Minati Obligasi Keberlanjutan Berstandar ESG di Indonesia                      
Pertemuan tersebut berlangsung di sela agenda IMF-World Bank Spring Meeting yang digelar pada 13–17 April di Washington, DC, Amerika Serikat.
 
Menurut Purbaya, hubungan dagang yang erat antara Indonesia dan China menjadi dasar kuat untuk memperluas kerja sama, termasuk di sektor pembiayaan. 

“Sebagai mitra dagang terbesar, diskusi dengan China berjalan sangat positif,” ujarnya dikutip
dari Antara
 
Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengajukan rencana penerbitan obligasi berdenominasi yuan atau dikenal sebagai Panda Bond di pasar keuangan China. 
 
Instrumen ini dinilai menarik karena menawarkan tingkat bunga yang relatif rendah, sekitar 2,3 persen, sehingga berpotensi menekan biaya pinjaman pemerintah.
 
Sebagai langkah timbal balik, Indonesia membuka kemungkinan bagi China untuk menerbitkan obligasi di dalam negeri. Skema ini tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga memberi kesempatan bagi investor lokal untuk masuk ke instrumen surat utang China.
 
Langkah diversifikasi sumber dana ini juga dimanfaatkan pemerintah sebagai alat negosiasi. Purbaya mengungkapkan bahwa opsi pembiayaan dari China telah disampaikan kepada investor di Amerika Serikat, sebagai sinyal bahwa Indonesia memiliki alternatif pendanaan dengan biaya yang lebih efisien.
 
Strategi tersebut tampaknya membuahkan hasil. Minat investor, yang tercermin dari peningkatan penawaran masuk (incoming bid), disebut mengalami kenaikan signifikan.
 
Dengan membuka lebih banyak jalur pembiayaan, Indonesia mencoba memperkuat posisi tawar di pasar global sekaligus menjaga biaya utang tetap terkendali di tengah dinamika ekonomi dunia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemberdayaan Perempuan Lewat Literasi dan Numerasi, NTT Jadi Contoh Sukses Nasional
• 11 jam laludisway.id
thumb
Terpopuler Trend: Dedi Mulyadi Geram Lihat Tata Ruang Kota Bandung Semrawut, hingga Penghasilan Miliaran KDM dari YouTube 
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Kisah Haru Calon Haji 17 Tahun, Gantikan Ayah yang Wafat dan Dampingi Ibu ke Tanah Suci
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal dan Prediksi Pekan Ke-29 BRI Super League 2025/2026: Pertarungan Meraih Prestasi dengan Kaki Sendiri
• 18 jam lalubola.com
thumb
28 Tahun Reformasi, Bagaimana Situasi HAM di Indonesia Saat Ini?
• 5 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.