Jenderal Kopassus Paling Ditakuti Ini Tolak Makanan Hotel, Setia pada Bekal Masakan Istri

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jenderal Kopassus Paling Ditakuti Ini Tolak Makanan Hotel, Setia pada Bekal Masakan IstriNasional | okezone | Rabu, 22 April 2026 - 14:14Dengarkan Berita

JAKARTA - Jenderal Leonardus Benny Moerdani atau LB Moerdani merupakan salah satu tokoh militer di Indonesia yang disegani,  terutama di kalangan prajurit Korps Baret Merah Kopassus. Benny banyak terlibat dalam operasi tempur.

Meski menjadi sosok yang sangat disegani dan ditakuti, namun Benny sangat meratukan istrinya, Hartini. Dia memiliki kebiasaan yang tak pernah berubah: selalu membawa bekal makanan yang disiapkan oleh istrinya.

Benny selalu memakan masakan dari rumah, baik untuk makan siang maupun malam. Bahkan saat ada acara makan-makan di kantor, hotel atau di luar, dia tetap akan terlebih dahulu menikmati bekal rantang dari istrinya. Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan dan penghargaan Benny terhadap Hartini.

Dalam buku Benny: Tragedi Seorang Loyaliskarya Julius Pour, Hartini menyatakan keinginannya memiliki suami dengan latar belakang militer.

Baca Juga:Gempa Hari Ini Guncang Cilacap, Cek Magnitudonya!

Kisah cinta mereka dimulai pada 1956, ketika Benny masih berpangkat Letnan Dua (Letda) dan Hartini bekerja sebagai pramugari di Garuda Indonesia. Pertemuan mereka difasilitasi oleh adik Benny, Maria Sri Noerna, yang juga bekerja sebagai pramugari dan merupakan teman Hartini.

Meskipun cenderung diam dan tertutup, mampu memberikan perasaan aman dan perlindungan kepada Hartini dan orang-orang di sekitarnya.

Namun, karier militer Benny sering kali menjadi tantangan dalam hubungan mereka. Sebagai anggota pasukan komando, Benny sering kali harus melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia untuk menjalankan tugasnya. Meski demikian, di balik sikapnya yang tertutup, Benny selalu membawa foto Hartini dalam dompetnya setiap kali bertugas.

 

Setelah delapan tahun berpacaran, mereka akhirnya menikah pada 12 Desember 1964. Pernikahan ini terjadi atas dorongan Presiden Soekarno, yang bahkan mengadakan pesta pernikahan mereka di Istana Bogor beberapa hari setelahnya.

Meskipun Benny seorang Katolik dan Hartini beragama Islam, perbedaan keyakinan ini tidak menjadi hambatan dalam pernikahan mereka. Pada masa itu, pernikahan mereka berlangsung dengan penuh kebahagiaan dan tanpa kendala.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sumbat Saluran Air di Tambora Jakbar, 42,5 Ton Sampah Diangkut Petugas dan Warga
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Iran Kecam AS atas Penyitaan Kapal di Selat Hormuz
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sembilan Pesan Kesehatan Haji untuk Jamaah Lansia dan Penyakit Kronik
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemprov Kepri Resmi Ubah Jadwal WFH ASN ke Hari Rabu Mulai 22 April 2026
• 21 jam lalupantau.com
thumb
BNNP Bengkulu Musnahkan Barang Bukti Hasil Pengungkapan Januari-April 2026
• 3 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.