TABLOIDBINTANG.COM - Meghan Markle menuai kritik karena mendaftarkan merek dagang atas nama kedua anaknya, Pangeran Archie dan Putri Lilibet. Hal ini sekaligus memicu pertanyaan soal bagaimana nama dan gelar mereka akan digunakan di ruang publik.
Produk terbaru Markle yang dirilis melalui brand gaya hidupnya, As Ever, menghadirkan dua lilin seharga 64 dolar AS sekitar Rp 1 juta yang menjadi bagian dari koleksi Hari Ibu. Lilin tersebut diberi kode No. 506 untuk tanggal lahir Archie dan No. 604 untuk tanggal lahir Lilibet, sebagaimana tercantum dalam materi promosi.
Seorang sumber dari lingkungan istana menyebut langkah tersebut sebagai “penggunaan gelar yang berlebihan”. Ia menyinggung bahwa mendiang Ratu Elizabeth II tidak pernah bermaksud agar keluarga Sussex memonetisasi gelar HRH (His/Her Royal Highness). Hal ini pula yang menjadi alasan Harry dan Meghan sepakat untuk tidak menggunakan gelar tersebut di depan publik setelah mundur dari tugas kerajaan pada 2020.
Archie (6) dan Lilibet (4) sendiri resmi menyandang gelar HRH setelah kakek mereka, Raja Charles III, naik takhta usai wafatnya Ratu Elizabeth II pada September 2022. Nama mereka juga tercantum dalam situs resmi kerajaan dengan gelar lengkap.
Selain itu, pasangan Sussex diketahui tidak hanya mendaftarkan merek dagang atas nama anak-anak mereka, tetapi juga mengamankan alamat email, akun media sosial, hingga nama domain terkait.
Meski praktik ini umum dilakukan selebritas untuk melindungi identitas anak, seorang sumber industri menilai langkah tersebut bisa menjadi kontroversial jika digunakan untuk kepentingan komersial di masa depan. “Bukan soal perlindungan anak, tapi bagaimana rencana penggunaan merek dagang itu nantinya,” ujarnya.
Dalam promosi As Ever, Markle beberapa kali menampilkan Archie dan Lilibet di media sosial, meski tanpa memperlihatkan wajah mereka secara jelas. Keduanya kerap digambarkan sebagai “asisten kecil sang ibu” dalam aktivitas seperti berkebun dan memasak.
Lilin Signature No. 506 yang terinspirasi dari Archie disebut memiliki aroma hangat dengan campuran jahe, neroli, dan cashmere—yang juga dianggap sebagai sentuhan halus merujuk pada rambut merahnya. Sementara itu, lilin No. 604 terinspirasi dari Lilibet dengan aroma floral ringan dari amber, santal, dan water lily.
Meski begitu, nama Archie dan Lilibet tidak dicantumkan secara langsung pada produk maupun kemasannya.
Sumber lain membela Markle dengan menyebut penggunaan unsur anak-anak dalam brand tersebut masih tergolong “berkelas” dan dilakukan dengan persetujuan Harry. “Ini bagian dari lini Hari Ibu yang memang menonjolkan keluarga. Meghan adalah seorang ibu, dan brand-nya tentang menjamu, kebersamaan, dan keluarga. Ia tidak mengekspos anak-anaknya secara berlebihan atau menunjukkan wajah mereka,” jelas sumber tersebut.
Di sisi lain, keluarga Sussex juga disebut memiliki beban finansial, termasuk biaya keamanan yang diperkirakan mencapai 3 juta dolar per tahun. “Mereka tetap harus mencari nafkah,” tambah sumber itu.
Sebagai perbandingan, kakak Harry, Pangeran William, dilaporkan memperoleh pendapatan hingga 30 juta dolar AS dari Duchy of Cornwall setelah ayahnya naik takhta. William dan istrinya, Kate Middleton, juga kerap membawa anak-anak mereka—Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis—muncul di publik dalam berbagai acara resmi kerajaan.
Perbedaan pendekatan ini kembali memicu perdebatan publik soal batas antara privasi anak dan eksposur di tengah status sebagai bagian dari keluarga kerajaan.




