Trump Memperkuat Angkatan Laut untuk Menghidupkan Kembali kekuatan Maritim dan Mencegah Ambisi ekspansionis Tongkok

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Tahun ini, militer AS di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump disebut menunjukkan kekuatan besar melalui berbagai operasi militer. Pada saat yang sama, Trump terus meningkatkan anggaran pertahanan—selain untuk melindungi keamanan dalam negeri AS, tujuan utamanya adalah “mencegah ekspansi Partai Komunis Tiongkok melalui kekuatan”.

Untuk menghadapi ambisi perluasan kekuatan maritim PKT, strategi utama militer AS adalah menggunakan kekuatan sebagai pencegah, bukan konfrontasi langsung.

Sejak kembali ke Gedung Putih, Trump terus menaikkan anggaran pertahanan, dari sekitar 1 triliun dolar AS pada 2026 menjadi 1,5 triliun dolar AS pada 2027. Selain membangun sistem pertahanan rudal “Golden Dome”, rencana yang paling mendapat perhatian adalah program pembangunan armada yang disebut “Golden Fleet”. Trump berencana menggandakan jumlah kapal perang serta melengkapinya dengan sistem radar canggih dan propulsi nuklir.

Sementara itu, anggaran pertahanan PKT pada 2026 mencapai sekitar 1,94 triliun yuan (sekitar 277 miliar dolar AS), meskipun pengeluaran sebenarnya diperkirakan lebih besar. Fokus pengembangannya mencakup integrasi kecerdasan buatan serta militerisasi ruang angkasa dan laut dalam. Melalui strategi “military-civil fusion”, PKT memperluas industri galangan kapal dan kini memiliki sekitar 370 kapal tempur, lebih banyak dibandingkan sekitar 295 kapal milik AS.

Sebagai respons, Trump juga mendorong kebangkitan industri perkapalan AS. Dalam tahun fiskal 2026 direncanakan pembangunan 17 kapal, disusul 18 kapal tempur dan 16 kapal non-tempur pada 2027—total 34 kapal baru.

Di antaranya termasuk dua kapal perang kelas “Trump-class” yang disebut memiliki kemampuan tempur sangat tinggi, serta fregat dan kapal selam bertenaga nuklir.

Direktur Intelijen Angkatan Laut AS, Mike Brookes, mengungkapkan bahwa PKT saat ini memiliki sejumlah kapal serang dan kapal selam rudal balistik dengan kemampuan serangan jarak jauh, yang disebut mampu mengancam wilayah daratan AS dari perairan dekat.

Selain itu, PKT juga mendorong strategi “laut transparan” untuk meningkatkan kemampuan pemantauan di kawasan Indo-Pasifik.

Namun, kekuatan angkatan laut tidak hanya soal perangkat keras, melainkan juga kemampuan proyeksi kekuatan secara keseluruhan—seperti yang ditunjukkan oleh kelompok tempur kapal induk yang mampu melakukan serangan udara, pengintaian, komando, dan penekanan.

Dalam menghadapi ambisi militer PKT, AS tidak hanya meningkatkan kekuatan sendiri, tetapi juga memperkuat kerja sama dengan sekutu di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Jepang dengan sistem pengawasan bawah lautnya, Australia dengan kekuatan patroli, serta kemitraan trilateral AUKUS.

Reporter NTD Television, Li Jiayin, melaporkan dari Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
2 Pembunuh Nus Kei Ditahan Usai Jadi Tersangka, Dijerat Pembunuhan Berencana
• 21 jam laludetik.com
thumb
Kapolri Ingatkan Ancaman Dampak Konflik Global saat Rakernis Brimob di Depok
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Tampang Dua Tersangka Penusukan Nus Kei, Kini Ditahan di Polda Maluku
• 2 jam laludisway.id
thumb
Polres Madiun dan Perhutani Tanam 2.250 Pohon di Kare, Wujud Nyata Peringatan Hari Bumi 2026
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Zulhas Naikkan Harga Sapi Hidup di Tingkat Produsen, Jadi Rp 59.000 per Kg
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.