KSP Sebut Pemerintah Bakal Ground Breaking PSEL di Juni 2026

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kepala Staf Kepresidenan M. Qodari mengungkapkan pemerintah akan memulai groundbreaking proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) pada Juni 2026. Ia menjelaskan, langkah itu adalah strategi nasional untuk mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks di Indonesia.

Qodari menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang menargetkan 100 persen sampah terkelola pada 2029.

"Berdasarkan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), pemerintah menargetkan 100% sampah terkelola pada tahun 2029. Target ini merupakan intervensi strategis pemerintah dalam merespons krisis pengelolaan sampah, ditandai dengan tingginya timbulan sampah yang telah mencapai 141.926 ton/hari, keterbatasan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), serta rendahnya tingkat pengolahan melalui reduce-reuse-recycle (3R)," ujar Qodari dalam konferensi pers di Kantor KSP, Jakarta, Rabu (22/4).

Ia menambahkan, pemerintah mendorong pendekatan berbasis aglomerasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, termasuk melalui pemanfaatan teknologi waste to energy.

"Pemerintah mendorong pendekatan berbasis aglomerasi atau kesatuan wilayah fungsional yang menggabungkan satu wilayah dengan daerah penyangganya, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah, termasuk melalui pengembangan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), yang ditargetkan mampu mengurangi timbulan sampah hingga sekitar 33.000 ton/hari, atau setara 22,48% dari total timbulan nasional pada tahun 2029," jelasnya.

Lebih lanjut, Qodari menyebut bahwa PSEL merupakan bagian dari strategi nasional sebagaimana diatur dalam Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Program ini, katanya, juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah besar.

"Program ini juga ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang difokuskan pada penanganan sampah wilayah perkotaan dengan timbulan besar (≥1.000 ton) Melalui pemanfaatan teknologi termal,' lanjutnya.

Dalam implementasinya, Qodari mengatakan, pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Untuk tahap awal, Qodari mengatakan ada lima lokasi yang akan memulai groundbreaking pada Juni 2026.

"Tahap I: 5 lokasi ditargetkan Groundbreaking Juni 2026 1. Kota Bekasi 2. Kota Yogyakarta 3. Bogor Raya 4. Denpasar Raya (Ke empat lokasi di atas merupakan implementasi Perpres 109/2025) 5. Bandung Raya (Implementasi di Bandung Raya merupakan bagian dari Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018, yang pelaksanaannya telah bekerja sama dengan Jepang.)," tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geledah Medan, KPK Sita Rp2 M hingga Emas terkait Suap Importasi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sakit Hati Janji Restoran Tak Ditepati, Pria Bunuh Mantan Istri di Serpong Tangsel
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Gempa Magnitudo 7,7 di Lepas Pantai Jepang Berpotensi Picu Tsunami, 180 Ribu Orang Dievakuasi
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Pemerintah klaim minat investasi tetap tinggi di tengah konflik global
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Pemerintah Berambisi Bangun PLTN pada 2032, Kesiapan Teknologi dan Kepercayaan Publik Diuji
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.