BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Maret 2026 mencapai 9,49 persen secara Yoy.

BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,49 Persen di Maret 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Maret 2026 mencapai 9,49 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian bulan sebelumnya yang berada di level 9,37 persen.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh geliat di seluruh kelompok penggunaan, terutama pada sektor investasi yang mencatatkan lonjakan signifikan.

Baca Juga:
Pertumbuhan Kredit Kuartal I-2026 Capai 10,42 Persen, Segmen Korporasi hingga Konsumer Jadi Penopang

"Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37 persen (yoy). Berdasarkan kelompok penggunaan, perkembangan ini didukung oleh kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi yang pada Maret 2026 masing-masing tumbuh sebesar 20,85 persen (yoy), 4,38 persen (yoy), dan 5,88 persen (yoy)," kata Perry dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Melihat dinamika pasar saat ini, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2026 akan tetap terjaga di kisaran 8-12 persen. 

Baca Juga:
Purbaya: S&P Pertahankan Peringkat Kredit RI di Level BBB dengan Outlook Stabil

Perry optimistis pemanfaatan pembiayaan masih bisa dipacu lebih dalam, mengingat tersedianya plafon pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) dalam jumlah yang masif.

"Dari sisi permintaan, pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan, terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) yang masih cukup besar yaitu mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59 persen dari plafon kredit yang tersedia," tambah Perry.

Baca Juga:
BI Kembali Tahan Suku Bunga di Level 4,75 Persen

Dari sisi penawaran, kemampuan perbankan untuk menyalurkan kredit dinilai masih sangat memadai. Hal ini didukung oleh likuiditas yang kuat, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,85 persen serta pertumbuhan DPK yang mencapai 13,55 persen (yoy).

Meski minat penyaluran kredit secara umum tetap baik, perbankan terpantau masih menerapkan sikap hati-hati untuk segmen tertentu.

"Minat penyaluran kredit perbankan tetap baik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang masih longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut," ungkap Perry.

Ke depan, Bank Indonesia berkomitmen untuk memperkuat struktur pendanaan perbankan agar tidak hanya bergantung pada DPK konvensional. BI tengah mengembangkan instrumen pendanaan non-tradisional (nontraditional funding) guna memperluas kapasitas kredit.

Selain itu, Perry menegaskan pentingnya kolaborasi lintas otoritas untuk memastikan suku bunga perbankan tetap kompetitif guna menstimulasi sektor riil.

"Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK terus diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut," tuturnya.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Happy Eyes, Film Kolaborasi RI–Prancis yang Buka Peluang Ekonomi Kreatif Global
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Indomobil Finance Gandeng Simplifa.ai Permudah Proses Kredit dengan AI
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bos HYBE Bang Si-hyuk Terancam Ditangkap, Ini Penjelasan Kasus yang Menimpanya
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pekerja Rumah Tangga Berhak Atas Upah Layak
• 3 jam lalukompas.com
thumb
BytePlus Dorong Inovasi dan Daya Saing Perusahaan di Indonesia melalui Solusi AI
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.