Irama Inklusi di Kuala Tanjung, Sinergi Masyarakat dan Inalum Ubah Sisa Jadi Asa

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Kuala Tanjung -

Di sudut Desa Kuala Tanjung, langkah-langkah kecil warga perlahan menjelma menjadi gerakan besar.

Tumpukan sampah yang dulu dipandang sebagai persoalan, kini mulai ditata ulang menjadi harapan baik bagi lingkungan, sekaligus bagi kehidupan.

Didi Saputra (41), yang akrab disapa Untung, menjadi salah satu penggerak perubahan itu.

Bersama kelompoknya, ia merintis pengelolaan sampah sejak 2021, berbekal pelatihan budidaya maggot yang difasilitasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca-pandemi.

“Awalnya kami diajak pelatihan oleh Inalum, diajarkan bagaimana cara mengelola sampah lewat budi daya maggot."

"Dari situ kami mulai jalan, kami ternak maggot dengan memanfaatkan sampah dari masyarakat, dan juga sisa katering di lingkungan perusahaan."

"Berjalannya waktu, kami lihat ini bukan hanya soal sampah, tapi juga bisa membuka peluang,” kata Untung ketika dihubungi Warta Ekonomi, Rabu (22/4/2026).

Ia pun menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan perusahaan pelat merah tersebut.

Menurutnya, dukungan Inalum, mulai dari pelatihan, bantuan sarana, hingga studi banding, menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya inisiatif ini.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu."

"Dari pelatihan sampai bantuan alat dan kesempatan belajar ke tempat lain, itu sangat mendukung kami sampai bisa seperti sekarang."

"Dari situ kami bisa membuka lapangan kerja juga untuk masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dari langkah awal itu, lahirlah kelompok Sari Larva Berdaya (SLB).

Seiring waktu, kebutuhan pengelolaan sampah semakin terasa.

Pada 2024, warga kemudian membentuk Bank Sampah Berseri, membuka ruang partisipasi lebih luas bagi masyarakat.

Di tempat sederhana itu, aktivitas tak pernah benar-benar berhenti.

Ada yang memilah sampah, memberi pakan maggot, mengolah pupuk, hingga membuat kerajinan dari bahan bekas. Semuanya berjalan dalam semangat gotong royong.

Tak kurang dari 17 warga kini menggantungkan aktivitasnya di sana.

Di antara mereka, ada penyandang disabilitas, juga anak-anak yang sempat putus sekolah yang kini perlahan kembali menata masa depan.

“Kami di sini berbagi peran."

"Ada yang memilah sampah, ada yang mengurus maggot."

"Ada yang bagian ternak ikan, ayam, dan bebek."

"Kami ingin siapa pun bisa terlibat, termasuk saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus dan adik-adik yang putus sekolah."

"Supaya mereka tetap punya kesempatan bekerja dan belajar,” lanjutnya.

Dampak Nyata, Dari Lingkungan Hingga Penghidupan

Perubahan yang dihadirkan perlahan mulai terasa.

Setiap hari, kelompok ini mampu mengelola hingga 1–1,5 ton sampah, yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Sebagian diolah menjadi pakan maggot, pupuk organik, hingga bahan baku produk daur ulang.

Lingkungan yang semula dipenuhi sampah kini berangsur lebih tertata.

Warga mulai terbiasa memilah sampah dari rumah, sekaligus memahami limbah memiliki nilai ekonomi.

Dari sisi ekonomi, program ini membuka sumber pendapatan baru.

Warga dapat menabung sampah dan menukarkannya dengan uang atau kebutuhan pokok.

Di sisi lain, aktivitas turunan seperti peternakan ikan, ayam, dan bebek dari pakan maggot ikut memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

''Konsep kami sederhana, sampah itu jangan dibuang sembarangan."

"Dipilah dulu, mana yang organik, mana yang bisa punya nilai ekonomi."

"Di bank sampah, masyarakat bisa menabung."

"Sampah itu kami beli sesuai harga, nanti bisa diambil uangnya atau ditukar kebutuhan pokok,” jelasnya.

Tak hanya itu, nilai tambah juga tercipta dari produk kreatif seperti kursi dari kayu palet, kertas daur ulang, hingga paper bag.

Meski masih dalam skala terbatas, produk-produk ini mulai mendapat tempat, termasuk dukungan pemanfaatan dari kegiatan internal Inalum.

Dampak sosial pun tak kalah penting.

Selain membuka lapangan kerja, kelompok ini aktif merangkul anak putus sekolah melalui fasilitasi pendidikan Paket B dan C.

Sebagian di antaranya kini turut terlibat dalam aktivitas bank sampah, sehingga memiliki keterampilan sekaligus penghasilan.

“Kami juga ada program untuk adik-adik yang putus sekolah."

"Kami bantu urus Paket B dan Paket C, supaya mereka punya ijazah dan ke depan bisa lebih mudah mencari kerja."

"Harapan kami, mereka juga bisa ikut terlibat di kegiatan ini,” beber Untung.

Lebih jauh, inisiatif ini juga menumbuhkan semangat gotong royong di masyarakat.

Kegiatan bersama, mulai dari pengumpulan hingga pengolahan sampah, menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas warga.

Perubahan memang belum sepenuhnya merata.

Oleh sebab itu, Untung dan kelompoknya berencana memperluas jangkauan layanan door-to-door ke dusun-dusun.

Dalam hal ini Untung berharap adanya bantuan tambahan armada pengangkut sampah.

''Harapan saya ke depan ya semoga ada bantuan armada, sehingga kita bisa memperluas jangkauan pengangkutan sampah dengan langsung menjemputnya ke rumah warga."

"Selain itu saya juga berharap anak-anak binaan yang melanjutkan pendidikannya hingga Paket C dapat diperhatikan."

"Mungkin bisa dipekerjakan oleh Inalum pada bagian-bagian yang memungkinkan gitu, supaya hidupnya lebih cerah ke depan," harap Untung. 

Baca Juga: Lampaui Kepatuhan, Strategi Keberlanjutan INALUM Diganjar PROPER Emas dan Hijau

Kolaborasi yang terjalin apik antara masyarakat lokal dan Inalum, menjadi potret positif untuk menciptakan keharmonisan antara industri, lingkungan, dan manusia. 

Keberhasilan program Inalum ini juga menjadi salah satu basis penilaian Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyematkan predikat Emas dan Hijau, dalam anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2025. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Petugas Haji Gelar Doa Bersama Jelang Jemaah Kloter Pertama Tiba di Madinah
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Lawan Newcastle, Arsenal Cemas Tunggu Kondisi Calafiori
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Khoirudin Dicopot, DPRD Jakarta Jadwalkan Rapat Paripurna Pergantian Ketua Pekan Depan
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Prabowo Terima Laporan Realisasi Investasi Kuartal I Capai Target
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Purbaya: Selesai Direstrukturisasi, Proyek Kereta Cepat Tinggal Diumumin
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.