Forum Bisnis B57+ Incar Australia hingga Selandia Baru untuk Ekspansi Jaringan Ekonomi Halal

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Forum bisnis B57+ Asia Pacific Regional Chapter siap ekspansi jaringan ekonomi halal ke negara-negara ASEAN hingga Australia dan Selandia Baru.

Forum Bisnis B57+ Incar Australia hingga Selandia Baru untuk Ekspansi Jaringan Ekonomi Halal. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Forum bisnis B57+ Asia Pacific Regional Chapter siap ekspansi jaringan ekonomi halal ke negara-negara ASEAN hingga Australia dan Selandia Baru sebagai pasar strategis baru.

Ketua Umum B57+ Asia Pacific Regional Chapter, Arsjad Rasjid mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan ekonomi halal tidak hanya di negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), tetapi juga ke negara non-OKI yang dinilai memiliki potensi besar dalam pertumbuhan industri halal global.

Baca Juga:
RI Berpeluang Besar Jadi Pusat Industri Halal Dunia, Ekspor Produknya Tembus USD8,28 Miliar

Menurutnya di tengah ketidakpastian global, dibutuhkan platform yang mampu menjembatani kepentingan bisnis lintas negara dan membangun kepercayaan pasar. Salah satu sektor yang dinilai paling siap untuk dikembangkan adalah ekonomi halal.

"Pasar halal memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang, bahkan melampaui batas agama, budaya, dan geografi. Karena itu, kami mendorong perluasan jaringan ke kawasan Asia Pasifik, termasuk negara-negara ASEAN hingga Australia," ujar Arsjad dalam acara Halal bi Halal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pasific B57+ di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:
Ekonomi Halal Global 2026 Diproyeksi Tembus USD3 Triliun, Ini Catatan Menag

Menurutnya, ekspansi ini akan diwujudkan melalui pembentukan perwakilan B57+ di sejumlah negara, termasuk Vietnam, serta penguatan konektivitas bisnis yang konkret antara pelaku usaha lintas kawasan.

Arsjad mengatakan, ekonomi halal sendiri kini tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan minuman, tetapi telah berkembang menjadi ekosistem luas yang mencakup keuangan syariah, fesyen, kosmetik, hingga gaya hidup halal. Nilai ekonomi halal global bahkan diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga:
Potensi Ekonomi Halal Besar, Konflik Geopolitik Jadi Tantangan

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai kehadiran B57+ menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama ekonomi lintas negara berbasis nilai-nilai Islam. Ia optimistis platform ini mampu menjawab tantangan global melalui pendekatan kolaboratif.

"Ekonomi halal saat ini telah menjadi arus utama dan berpotensi besar sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama," kata Nasaruddin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal B57+ Indonesia Eka Sastra menegaskan bahwa ekspansi ke kawasan Asia Pasifik membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional.

"Harapan kita, Kadin ini adalah organisasi bisnis, kita ingin mendorong ekonomi halal kontribusi terhadap GDP dunia meningkat, dan kita ingin, karena Indonesia jumlah populasi terbesar musim di dunia, harusnya Indonesia menjadi motor produktifitas produk halal di dunia," kata dia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mendikdasmen Ajak Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
KPK Duga Bupati Pati Sudewo Intervensi Lelang Saat Jadi Anggota Komisi V
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Diserang Usai Laga Panas Dewa United vs Persib Bandung, Ricky Kambuaya Beri Respons Menohok
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Bareskrim Tetapkan 2 Tersangka Kasus Penyelundupan Ribuan Ponsel Ilegal
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Startup Indonesia Dibekali Pitching hingga Strategi Pasar Jepang
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.