Tokyo (ANTARA) - Media pemerintah Korea Utara (Korut) pada Februari dan Maret menyiarkan rekaman anak perempuan pemimpin Kim Jong Un tengah menembakkan senjata api dan mengendarai tank.
Menurut dinas intelijen Korea Selatan (Korsel), langkah tersebut merupakan upaya menampilkan "kehebatan militer" sang anak untuk meredakan kekhawatiran atas kemungkinan munculnya pemimpin perempuan di negara itu.
Media Korut menyebut anak itu hanya sebagai "putri tercinta" Kim Jong Un tanpa mengungkapkan nama dan usianya.
Sementara itu, media Korsel, mengutip sumber tidak langsung, menyebut nama itu sebagai Kim Ju Ae dan memperkirakan usianya sekitar 13 tahun.
Dinas Intelijen Nasional Korsel (NIS) dalam rapat tertutup dengan anggota parlemen pada awal April menyampaikan semakin besar kemungkinan penerus Kim Jong Un adalah seorang perempuan.
Baca juga: Wang Yi temui Kim Jong Un, tegaskan kedekatan China-Korut
NIS menyatakan keterlibatan anak itu dalam kegiatan militer dimaksudkan untuk meredakan keraguan terhadap kepemimpinan perempuan di Korut.
Badan intelijen tersebut juga menyebut kemunculan anak Kim dalam kegiatan militer sebagai bentuk "penghormatan" terhadap masa lalu ketika Kim Jong Un dipersiapkan menggantikan ayahnya, Kim Jong Il.
Saat itu, beredar rumor bahwa Kim Jong Un muda telah menggunakan senjata api dan mengendarai kendaraan sendiri. Rekaman dirinya tengah mengoperasikan tank juga disiarkan.
Pada Maret, media Korut juga melaporkan partisipasi personel militer perempuan dalam latihan pasukan operasi khusus.
Media Korsel menilai hal itu sebagai upaya mempersiapkan kemungkinan munculnya "pemimpin perempuan" di masa depan.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai "paling dicintai", "berharga"
Baca juga: Putri Kim Jong Un curi perhatian di parade rudal Korut
Menurut dinas intelijen Korea Selatan (Korsel), langkah tersebut merupakan upaya menampilkan "kehebatan militer" sang anak untuk meredakan kekhawatiran atas kemungkinan munculnya pemimpin perempuan di negara itu.
Media Korut menyebut anak itu hanya sebagai "putri tercinta" Kim Jong Un tanpa mengungkapkan nama dan usianya.
Sementara itu, media Korsel, mengutip sumber tidak langsung, menyebut nama itu sebagai Kim Ju Ae dan memperkirakan usianya sekitar 13 tahun.
Dinas Intelijen Nasional Korsel (NIS) dalam rapat tertutup dengan anggota parlemen pada awal April menyampaikan semakin besar kemungkinan penerus Kim Jong Un adalah seorang perempuan.
Baca juga: Wang Yi temui Kim Jong Un, tegaskan kedekatan China-Korut
NIS menyatakan keterlibatan anak itu dalam kegiatan militer dimaksudkan untuk meredakan keraguan terhadap kepemimpinan perempuan di Korut.
Badan intelijen tersebut juga menyebut kemunculan anak Kim dalam kegiatan militer sebagai bentuk "penghormatan" terhadap masa lalu ketika Kim Jong Un dipersiapkan menggantikan ayahnya, Kim Jong Il.
Saat itu, beredar rumor bahwa Kim Jong Un muda telah menggunakan senjata api dan mengendarai kendaraan sendiri. Rekaman dirinya tengah mengoperasikan tank juga disiarkan.
Pada Maret, media Korut juga melaporkan partisipasi personel militer perempuan dalam latihan pasukan operasi khusus.
Media Korsel menilai hal itu sebagai upaya mempersiapkan kemungkinan munculnya "pemimpin perempuan" di masa depan.
Sumber: Kyodo
Baca juga: Putri Kim Jong Un digambarkan sebagai "paling dicintai", "berharga"
Baca juga: Putri Kim Jong Un curi perhatian di parade rudal Korut





