Purbaya Ungkap Proyek Whoosh dan LRT Minim Pengawasan, Berujung Bebani Keuangan Negara

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Purbaya soroti lemahnya pengawasan pada proyek Whoosh dan LRT. Sehingga terjadi pembengkakan biaya yang bebani keuangan negara.

Purbaya Ungkap Proyek Whoosh dan LRT Minim Pengawasan, Berujung Bebani Keuangan Negara. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti lemahnya pengawasan pada proyek infrastruktur strategis seperti Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh dan LRT Jabodebek. Akibatnya, terjadi pembengkakan biaya yang membebani keuangan negara.

"Ada banyak yang kemarin-kemarin kan program infrastruktur tidak di-monitor, ada Whoosh, LRT Jabodetabek. Sebetulnya proyeknya bagus, cuma tidak diawasi, sehingga ketika ada masalah tidak ada yang menangani. Akhirnya terjadi cost overrun berpuluh triliunan rupiah," tutur Purbaya di acara Simposium PT SMI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga:
Rombak Eselon I, Purbaya Siapkan Tiga Nama Baru Dirjen Kemenkeu

Purbaya mengatakan masih ingat betul laporan dari pihak China yang mengeluhkan lambatnya perkembangan proyek. Saat itu, pihak China mempertanyakan di mana letak kesulitan pembebasan lahan yang hanya mencapai 4 kilometer setelah dua tahun pembangunan.

Birokrasi antar lembaga dalam eksekusi proyek juga turut disoroti pihak China lantaran tidak ada kepastian siapa yang supervisi pada tahap awal penggarapan proyek Whoosh.

Baca Juga:
Purbaya Buka Peluang Pajaki Kapal yang Selat Malaka, Bandingkan dengan Selat Hormuz

"Kalau kami mengadu ke (Kementerian) BUMN, dipingpong ke (Kementerian) PU, pingpong lagi ke sana," ujar Purbaya yang menerima keluhan itu saat menjabat di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Belajar dari pengalaman tersebut, Purbaya menegaskan bahwa proyek-proyek besar di era pemerintahan Prabowo-Gibran harus mengedepankan eksekusi yang disiplin, cepat, dan terukur. 

Baca Juga:
Utang KCIC Ditarik ke Kemenkeu, Purbaya: Tinggal Tunggu Pengumuman

Menurutnya, koordinasi yang solid mulai dari pemerintah pusat hingga daerah serta pemantauan berbasis real-time sangat krusial agar pelaksana di lapangan tidak kehilangan arah. Hal ini sekaligus menjadi jaminan agar minat investor tetap terjaga di Indonesia.

"Kalau tidak (dikawal), kita akan mengalami cost overrun delay yang akhirnya meningkatkan biaya investasi dan investor jadi kapok," ujarnya.

Baca Juga:
PPN Tol Disorot, Purbaya Tegaskan Belum Ada Pajak Baru Sebelum Ekonomi Pulih

Adapun proyek Whoosh mengalami pembengkakan biaya atau cost overrun sebesar USD1,2 miliar atau sekitar Rp18,02 triliun sejak digarap 2016. Hasil audit yang dilakukan Indonesia dan China membukukan total biaya pembangunan Whoosh tembus menjadi USD7,27 miliar atau sekitar Rp118,21 triliun. 

Dari jumlah pinjaman tersebut, sebesar 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank (CDB), dengan bunga sebesar 2 persen per tahun. Utang pembangunan Whoosh dicairkan dengan skema bunga tetap selama 40 tahun di awal. 

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri Imipas Imbau Warga Tak Berangkat Haji secara Ilegal agar Terhindar dari Penipuan
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Penjelasan Menlu soal Kapal Perang AS di Selat Malaka
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Menlu Sugiono: Prabowo dan Putin Bahas Kemungkinan WNI Ikut Pelatihan Kosmonot di Rusia
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Gubernur Sulsel Usulkan Sejumlah Proyek Jalan dan Jembatan Strategis ke Kementerian PU
• 7 jam laluterkini.id
thumb
Polres Metro Jakarta Timur Ungkap Sindikat Ganjal ATM di Cipayung, Empat Pelaku Ditangkap Usai Kuras Rp274 Juta
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.