Bisnis.com, PEKANBARU -- Sambu Group kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pertanian kelapa berkelanjutan melalui kegiatan Kenduri Kelapa 2026.
Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi operasional perusahaan, yakni PT Riau Sakti United Plantations Divisi Industri dan Divisi Perkebunan, dengan melibatkan lebih dari 45 petani kelapa dari Indragiri Hilir dan sekitarnya.
Melalui tema Warisan Kelapa, Masa Depan Bersama, kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara petani dan industri untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem kelapa yang lebih berkelanjutan.
Camat Pulau Burung Razali menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan antara petani dan pelaku industri.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mempererat hubungan antara petani dan industri, sehingga tercipta saling pengertian dan kepercayaan yang lebih kuat,” ujarnya.
Corporate Communication Manager Sambu Group Dwianto Arif Wibowo menjelaskan bahwa penguatan ekosistem kelapa tidak hanya bergantung pada aspek produksi dan teknologi, tetapi juga pada hubungan yang saling percaya antara seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga
- Harga TBS Sawit Sumsel Tembus Rp4.016 per Kg
- Sumsel Targetkan Peremajaan Sawit Rakyat 3.600 Ha di 8 Kabupaten
- Performa Legit Emiten Sawit
“Kami melihat bahwa ekosistem kelapa berkelanjutan harus dimulai dari pemahaman dan kepercayaan, termasuk petani sebagai pemasok utama bahan baku. Kenduri Kelapa menjadi wadah untuk menyatukan perspektif tersebut,” jelasnya, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini dirancang sebagai forum lintas generasi, mempertemukan petani senior dan petani muda dalam suasana setara tanpa sekat, guna berbagi pengalaman dan tantangan di lapangan.
Pendekatan dialog dua arah ini dinilai mampu menciptakan solusi yang lebih adaptif terhadap dinamika sektor kelapa.
Salah satu peserta, Khoidul Anwar, mengaku mendapatkan manfaat besar dari kegiatan tersebut. Ia menilai kesempatan berdialog langsung dengan pihak industri memberikan wawasan baru, terutama terkait proses hilirisasi kelapa.
“Kami jadi lebih mengerti bagaimana kelapa yang kami hasilkan diproses di industri. Selain itu, kami juga bisa menyampaikan langsung kondisi di kebun,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, Kenduri Kelapa merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berkelanjutan. Program ini difokuskan pada penguatan hubungan antara petani dan industri, sekaligus mendorong terciptanya ekosistem kelapa yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak 1967, Sambu Group terus mengembangkan industri kelapa terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Melalui berbagai inisiatif, perusahaan berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta memperkuat stabilitas ekonomi di wilayah operasionalnya.
Dengan kolaborasi yang semakin erat antara petani, perusahaan, dan pemerintah, sektor kelapa di Riau diharapkan mampu tumbuh menjadi pilar ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berdaya saing secara global.





