REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah meresmikan Mualaf Learning Center (MLC) Muhammadiyah di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, baru-baru ini. Peluncuran lembaga itu menjadi bagian dari program nasional pendampingan mualaf di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua LDK Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Muchamad Arifin mengatakan, pendampingan mualaf menjadi agenda strategis dakwah Persyarikatan. Ini tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, melainkan juga dimensi-dimensi sosial, ekonomi, dan psikologis.
Baca Juga
Peduli Kesehatan Ibu, PLN Distribusikan Alat Deteksi Risiko Kehamilan di Garut
276 Ribu Meter Persegi Lahan Wakaf Disertifikasi
Hidup Seperti...
“MLC Muhammadiyah hadir sebagai pusat pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Mualaf perlu didampingi secara utuh agar mampu menjalani kehidupan barunya dengan penuh keyakinan, kemandirian, dan martabat,” ujar Muchamad Arifin dalam keterangan tertulis pada Rabu (22/4/2026).
Program MLC merupakan inisiatif nasional yang digagas LDK PP Muhammadiyah bekerja sama dengan BSI Maslahat. Program ini dirancang untuk memberikan pembinaan komprehensif, mulai dari penguatan akidah dan praktik ibadah hingga pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Hingga kini, MLC Muhammadiyah telah hadir di berbagai wilayah di Indonesia, mencakup daerah pedalaman, kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), komunitas suku terpencil, hingga kawasan perkotaan. Kehadiran MLC di Sekadau dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan dakwah sekaligus memastikan keberlanjutan pembinaan bagi para mualaf.
Ketua LDK PWM Kalimantan Barat, Aswan Bahri, menyatakan MLC di Sekadau diharapkan mampu menjadi pusat penguatan komunitas mualaf yang menjawab kebutuhan lokal secara nyata. Sementara itu, Ketua PDM Sekadau, Sapto Utomo, menekankan pentingnya sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan program tersebut.