Grid.ID - Dedi Mulyadi pantau langsung siswa perundung guru di Purwakarta. Sang gubernur sarankan masuk barak militer.
Baru-baru ini media sosial dihebohkan dengan video beberapa siswa yang lakukan perundungan terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta. Hal ini pun memantik reaksi dari Dedi Mulyadi.
Ia mengaku cukup prihatin dengan kejadian tersebut. Sebab tindakan para siswa yang ada di dalam video sangatlah keliru dan mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap guru.
"Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologisnya, saya sudah mendengarkan paparan dari Kepala Dinas Pendidikan," ujar Dedi melalui unggahan Instagramnya.
Diketahui, para siswa yang terlibat terdiri dari tiga laki-laki dan enam perempuan. Saat ini mereka sedang menjalani proses refleksi diri melalui kegiatan keagamaan.
"Ini anak-anaknya mereka lagi refleksi. Jadi dari sembilan orang itu ada non-muslim satu orang, delapannya muslim," ungkap guru BK kepada Dedi Mulyadi, dikutip dari Kompas.com.
Sanksi lain yang diberikan adalah selama tiga bulan ke depan, mereka diwajibkan untuk melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan setiap hari. Selain itu, bagi yang Muslim juga rutin melakukan tadarus Alquran.
"Tadi mereka datang pagi bersih-bersih dulu, setelah bersih-bersih mereka ngaji bareng temannya, mereka tadarus satu hari satu juz dibagi bersembilan. Yang satu Kristen, dia bawa Alkitab sendiri," tambah guru BK tersebut.
Rencana Masuk Barak Militer
Para orangtua siswa yang terlibat rupanya mendukung anak-anaknya diberikan sanksi yang positif. Termasuk rencana dimasukkan ke barak militer.
"Sama sekali tidak (komplain). (Orangtua) sangat bersyukur dengan aturan yang ada di sini," ujar guru BK.
"Nanti bulan Juni mereka ikut program barak militer, nanti bareng ketua OSIS yang sekarang," tegas Dedi.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengubah perilaku siswa yang terlibat. Mereka harus lebih bisa menghargai tenaga pendidik dan menjadi pribadi yang memiliki jati diri dan akhlak yang lebih baik.
Setelah viral di media sosial, Dedi Mulyadi pantau langsung siswa perundung guru di Purwakarta. Sang gubernur bahkan sudah merencanakan mereka untuk masuk barak militer. (*)
Artikel Asli




