Lafal Talbiyah: Bacaan, Arti, dan Makna di Balik Panggilan Suci

metrotvnews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Kalimat talbiyah atau yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut talbiah adalah bacaan sunnah yang sering diucapkan jemaah haji dari mulai niat ihram di miqat, hingga melontar Jamrah Aqabah.

Kalimat ini bukan hanya sekadar syiar melainkan sebagai bentuk pernyataan tauhid dan jawaban seorang hamba atas panggilan Allah Swt. Lantas, seperti apa bacaan talbiyah dan kapan waktu yang tepat untuk membacanya?

Baca Juga :

Wukuf Menguras Energi, Simak Tantangan dan Tips Persiapan Jemaah Haji
Mengutip laman Dompet Dhuafa, berikut ini penjelasannya: Bacaan kalimat talbiyah Berikut adalah bacaan kalimat talbiyah yang disepakati para ulama dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW:


Bacaan latin: “Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak”

Artinya: “Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu).” Hukum membaca kalimat talbiyah Menurut Imam Abu Hanifah (Mazhab Hanafi), membaca kalimat talbiyah merupakan syarat sah ihram atau wajib. Sama halnya seperti pendapat Imam Maliki, yang menyebutkan bahwa hukumnya wajib. Namun, menurut Imam Syafi’i dan Imam Ahmad hukum membaca kalimat talbiyah adalah sunnah.

Kalimat talbiyah dapat dibaca sendiri, bersamaan atau melalui komando sehingga para jemaah haji atau umrah dapat mengikutinya dengan tertib. Hal ini didasarkan pada sebuah hadis dari Ibnu Mas'ud r.a yang berbunyi:

“Dari ‘Abd ar-Rahman Ibn Yazid dan al-Aswad Ibn Yazid keduanya berkata: Kami mendengar ‘Abdullah Ibn Mas’ud berkata di Jam‘ (nama tempat): Aku mendengar orang (Nabi Saw) yang diturunkan kepadanya surat al-Baqarah di tempat ini membaca “Labbaikallahumma labbaik,” sesudah itu ia membaca talbiyah dan kami pun ikut bertalbiyah (memulai ihram).” (HR. Muslim) Waktu membaca kalimat talbiyah Waktu terbaik untuk membaca kalimat talbiyah adalah sejak berniat ihram dari miqat. Selain itu, disunnahkan juga memperbanyak kalimat talbiyah selama dalam perjalanan menuju Makkah, baik saat berkendara, mendaki atau turun bukit dan bertemu jemaah haji lain. 

Bagi orang yang menunaikan ibadah haji, waktu berakhinya talbiyah adalah ketika melempar jumroh Aqabah pada hari Nahr, sedangkan bagi jemaah umrah, batas akhir talbiyah adalah saat mulai melakukan tawaf.

Ilustrasi Pexels

Terkait dengan hal ini, Imam Ad-Damiri menjelaskan sebagai berikut: “Bacaan talbiyah dihentikan ketika mulai melempar jumroh, karena pada saat itu ia telah memasuki sebab-sebab tahallul. Selain itu, Nabi SAW senantiasa ber-talbiyah hingga beliau melempar umroh Aqabah. Demikian pula, bagi orang yang melaksanakan Umroh, disunnahkan menghentikan talbiyah ketika mulai melaksanakan thawaf.” (An-Najm al-Wahaj fi Syarh al-Minhaj, vol. 3, h. 525). Ketentuan membaca talbiyah Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), Syekh Zakaria al-Anshari dalam kitabnya menerangkan bahwa laki-laki disunahkan membaca talbiyah dengan suara lantang selama tidak memberatkan dirinya. Sementara itu, perempuan dianjurkan membaca talbiyah dengan suara pelan sebatas terdengar oleh dirinya sendiri dan jika dibaca terlalu keras maka hukumnya makruh.

(Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Bengkulu Luncurkan Minyak Goreng Lokal, Kualitas Diklaim Setara Premium
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Isu Pajak Jalan Tol Mencuat, Menkeu Purbaya: Saya Belum Tahu
• 21 jam laludisway.id
thumb
Tak Ingin “Happy Ending” Sendirian, Pak Guru Azis Minta Nasib Honorer Lain Juga Dibenahi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Sejumlah Wilayah Jakarta Mati Listrik, PLN Lakukan Pemulihan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
BNI Tuntaskan Pengembalian Dana Nasabah Aek Nabara Senilai Rp 28 Miliar
• 21 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.