Bocah laki-laki berusia 11 tahun, Muhammad Irfan, meninggal dunia usai tersedot pipa irigasi saat sedang bermain di sekitaran aliran Sungai Cibanten atau tepatnya di Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Selasa (21/4) kemarin.
Dari informasi yang dihimpun, korban tercebur dan tersedot pipa irigasi saat mencoba mengambil tutup pipa yang jatuh ke sungai. Tutup itu diduga jatuh tersenggol saat korban bermain bersama teman-temannya di atas instalasi pipa irigasi yang melintas di aliran Sungai Cibanten.
Kapolsek Ciomas Iptu Ridwan Junaedi membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban mulanya tengah asyik bermain di sekitar aliran sungai bersama teman-temannya.
"Keterangan saksi, saat itu ada sekitar 10 anak yang bermain di atas pipa irigasi. Korban diduga terpeleset lalu tersedot ke dalam pipa hingga setengah tubuhnya masuk, dengan posisi kaki terjepit dan kepala berada di dalam air," kata Ridwan, Rabu (22/4).
Disampaikan Ridwan, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Ciomas untuk mendapatkan pertolongan. Namun, korban harus dirujuk ke RSUD Banten untuk perawatan intensif.
"Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia," terangnya.
Korban telah dipulangkan ke rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, untuk dimakamkan.
Diakui Ridwan, pihak keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka tidak ingin peristiwa ini diproses hukum.
"Keluarga korban sudah menerima dengan lapang dada, dan membuat pernyataan penolakan autopsi serta tindakan hukum lainnya," katanya.
Ia pun mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya bila sedang bermain, terutama di sekitar sungai.
"Khususnya kepada orang tua agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, apalagi saat bermain di sekitar sungai maupun fasilitas irigasi agar mencegah kejadian serupa," tandas Ridwan.





