Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengalokasikan beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 888.000 murid taman kanak-kanak pada tahun 2026 sebagai bagian dari perluasan akses pendidikan sejak usia dini.
Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti saat berada di Minahasa.
"Pertama kali dalam sejarah murid taman kanak-kanak mendapatkan beasiswa PIP sebesar 450.000 per tahun. Tahun ini kami alokasikan untuk 888.000 murid taman kanak-kanak," ungkapnya.
Program ini menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya murid TK masuk dalam skema penerima bantuan PIP.
Perluasan Penerima dan Komitmen PemerintahSelain untuk TK, beasiswa PIP juga tetap diberikan kepada siswa jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia.
Jumlah penerima PIP pada tahun 2026 meningkat menjadi 19.600.000 siswa dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 19 juta siswa.
"Ini adalah bentuk komitmen Bapak Presiden dalam rangka memajukan pendidikan dan mewujudkan Asta Cita keempat yaitu membangun sumber daya manusia," ia mengungkapkan.
Program ini juga selaras dengan kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang kini dimulai dari pendidikan taman kanak-kanak.
Pembangunan TK dan Revitalisasi SekolahPemerintah juga akan memprioritaskan revitalisasi sekolah terutama di daerah terdampak bencana dan wilayah 3T.
Selain itu, pembangunan unit sekolah baru taman kanak-kanak akan dilakukan di desa-desa melalui kerja sama dengan Kementerian Desa.
"Satu desa minimal ada satu TK," ujarnya.




